
Celahkotanews.com II Dumai – Meskipun Pembanguan Pasar Kelakap Tujuh sudah memakan anggaran Rp 8,9 Milyar,Pada tahun 2011,ditambah lagi kucuran dana untuk pembangunan lapak baru pada 2015 sebesar Rp 1,7 Milyar dari pemerintah pusat,namun sangat di sayangkan hingga sekarang pasar tersebut tidak bermanfaat,ditambah lagi setelah beberapa tahun yang lalu pasar tersebut di tinggal oleh para pedagang sehingga membuat pasar kelakap tujuh tak tak terurus.
Jumanir salah seorang masyarakat sangat menyangkan dengan adanya pasar kekap tujuh tersebut namun tidak termaafaatkan dengan maksimal.
“sudah berapa banyak uang Negara yang di habiskan untuk pembangunan Pasar Kelakap Tujuh tersebut namun hingga sekarang belum juga beropersi dengan maksimal ,”Ujar Jumanir.
Bayangkan saja,sejumlah tempat di pasar tersebut sudah banyak di tumbuhi semak-semak yang kian merayap,bila Pemko Dumai tak kunjung mengoperasikan pasar induk yang dibangun dari uang rakyat ini,maka bangunan ini tak ubahnya menjadi rumah hantu,Apa yang sudah di perbaiki oleh Pemko akan lapuk kembali.ditakutkan lokasi pasar tersebut jadi tempat yang tak baik.
Sekarang sudah di penghujung tahun 2016 akan tetapi pasar itu belum juga ada tanda-tanda untuk segera di pungsikan kembali,padahal setelah bangunan los dan kios pasar kelakap tujuh itu selesai dibangun akhir tahun 2011 yang lalu,bangunan tersebut sempat terlantar selama tiga tahun tidak ditempati dan dipungsikan.
Saat ini,kerusakan sudah mulai Nampak kembali akibat pasar itu belum dipungsikan,bahkan hampir semua rollingdoor kios yang terbuat dari besi,dijarah oleh maling.
Pasar tradisional Kelakap Tujuh ini sempat beropresi ,karena seluruh pedagang pasar dockyard direlokasikan karena area pasar dockyard berda di atas lahan milik PT.Patra Niaga anak perusahaan (PT.Pertamina ),namun di sayangkan para pedagang itu tidak bisa bertahan lama menempati pasar Kelakap tujuh denga alasan para pedagang selain ukuran los dan kios terlalu kecil juga kurang diminati Pembeli.(Ckn/Dp)








2 komentar