
CELAHKOTANEWS.COM, PEKANBARU – Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru sampai kini masih kesulitan dalam mengembangkan sindikat bandar narkoba antar provinsi yang di ‘otaki’ oleh ST (tersangka yang meloncat dari lantai delapan Hotel Aryaduta). Ini disebabkan karena ST mengalami gangguan daya ingat. Bahkan pecatan polisi ini diprediksi alami lumpuh 90 persen.
Hasil CT Scan yang dilakukan kedokteran, ST mengalami gangguan daya ingat. Ini karena dirinya mengalami pendarahan di bagian kepala, usai aksinya melompat dari lantai delapan hotel Aryaduta pada saat akan diciduk polisi waktu lalu. Selain itu ST juga selalu ngawur saat diajak berkomunikasi.
“Hasil CT Scan, ST mengalami pendarahan di kepala. Dengan kondisi itu wajar kalau dokter mereferensikan penyidik supaya tidak terburu-buru melakukan pemeriksaan terhadapnya. Dia juga alami gangguan daya ingat, dan kita juga belum diizinkan melakukan penyidikan,” jawab Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza, Rabu (13/5/2015).
Sampai kini, sambung Kompol Iwan, ST masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau. Mantan polisi yang sempat berdinas di Polres Rohil tersebut mengalami lepas pada tulang sendi selangkangan, sendi lutut lepas, sendi mata kaki lepas, tulang kering patah, serta tangan kanan patah.
“Tipis kemungkinan yang bersangkutan untuk bisa berjalan kembali. Menurut dokter, dia akan mengalami lumpuh 90 persen,” ujar Iwan di ruangannya.
Tak hanya itu, saat diajak berkomunikasi, ST juga sering ngawur.Bahkan pengakuan ibu ST kepada polisi, tersangka pernah mendapat rawat jalan di RSJ Tampan, pada 2012 lalu. “Kata ibunya dia (ST) punya kartu kuning. Untuk membuktikan itu, kita akan minta kerjasama psikolog Polda dan dokter kejiwaan untuk memastikannya,” pungkasnya.(grc/wdy)







