
Celahkotanews.com || Pekanbaru – Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Manusia memiliki akal serta harkat dan martabat yang membedakan dari makhluk yang lain. Nilai-nilai, harkat, derajat, dan martabat yang dimiliki oleh manusia haruslah dijunjung tinggi dan dilindungi. Dengan demikian, hak-hak yang dimiliki oleh setiap manusiapun dapat terlindungi juga.
Hak yang dimiliki oleh manusia itu biasa disebut hak asasi manusia. Menurut Pasal 1 angka 1 UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia , bahwa Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjungtinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Dari penjelasan di atas, tentu sudah menjadi keharusan bahwa setiap orang harus memperlakukan sesamanya sesuai hak asasi manusia yang dimiliki.
Namun dalam kehidupan sehari-hari, kita terus saja temui berbagai perbuatan yang melanggar hak asasi orang lain, baik itu yang kita lihat secara langsung, maupun yang kita baca/saksikan melalui media cetak dan elektronik. Dalam artikel ini, saya akan membahas salah satu dari hak dari manusia yang sering dilanggar ataupun dikesampingkan. Hak yang dimaksud adalah hak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Tak tersa waktu begitu cepat berlalu,mata hari mulai meninggi sang surya pun mulai mengahangatkan tubuh begitu keras sangat perih,goresan demi goresan,serta tangan lincah terrus mendorong gerobak dengan berbagai isi barang-barang bekas mulai dari Drum bekas,kaleng bekas,karton bekas,botol bekas dan banyak lagi lainya namun langkah kaki bapak tua tersebut tetatap semangat menjalani hidupnya dengan kebiasaanya mengelilingi kota bertuah tersebut untuk mencari barang-barang bekas.
Zulkifli.M itulah namanya,Sudah sembilan tahun menggeluti pekerjaan sebagai pencari barang bekas namun satu hal yang sangat membuat tim celahkotanews.com merasa kagum dengan apa yang dilakukan bapak zulkifli,M tersebut meskipun berkerja sebagai pengumpul barang bekas ia selalau bersyukur dengan apa yang ia proleh terlihat pula digerobak dorongnya tertulis kalimat rasa sukur (Alhamdulillah).
Zulkifli juga menceritakan bahwa setiap hari ia mengelilingi kota pekanbaru untuk mengupulkan barang-barang bekas tak pelak pula di hari minggu selalu ia manfaatkan saat car free day di jalan gajah mada dan jalan diponegoro untuk memungut botol-botol bekas.
“Alhamdulillah penghasilan dalam satu hari berkisar Rp 15.000 saya berjalan tidak kurang 15 kilo meter setiap hari,(dalam logat bahasa daerah),namun apa yang di dapatkan ini untuk keperluan sehari-hari seperti makan dan minum,” ujar pak zul Kifli yang di jumpai celahkotanews.com di jalan pangeran hidayat kota pekanbaru.
Sejauh ini juga dari sini kita juga bisa belajar dari kehidupan nyata ini, Luar biasa, seni merayakan hidup yang sulit, mengajari kita bahwa masalah dan kehidupan Bukan untuk diratapi atau membuat kita makin terpuruk…tapi adalah untuk disyukuri, harus dijalani dengan optimis.
Tetesan demi tetesan keringat dengan langkah yang pasti meskipun terpaut usia senja bapak zulkifli tetap bersyukur dengan apa yang ia proleh,namun betuk dari kesabaran dan ketulusan hati demi kehidupan bapak paruh baya ini tetap iklas menjali kehidupanya.
Sejauh ini juga tak tersa dan tanpa terdengar oleh kita, keluhan dan regekan mereka,namun dari sini juga seharusnya kita malu dan sadar,di tengah kondisi hiruk pikuk keramaian kota ini pada dasarnya masih banyak di antara kita yang masih mengharapkan uluran tangan.
Jangan menyerah akan hidup karena setiap permasalahan yang datang suatu saat akan membuat kita sangat berterimakasih karena olehnyalah kita ini merasa benar-benar hidup. Pengalaman pahit sekalipun akan menjadi manis ketika kita menjadikannya berkat bagi orang lain.
Menghibur dan membagikan rasa senasib itu dan dengan demikian banyak orang akan dikuatkan dan menjadi tahu bahwa diluar dirinya ada orang yang lebih menderita lagi.(Ckn)
Penulis : Kahirul iwan
Editor : CKN








6 comments