Berita Terbaru Gaya Hidup dan Kesehatan

Saran Dokter : Jangan Sembarangan Jalani Perawatan Kecantikan “Stem Cell”

o_19hkn43f0inic4n1gee1ipg1j91a
Foto Hanya ilustrasi

Celahkotanews.com || Metode perawatan kecantikan menggunakan stem cell marak ditawarkan belakangan ini. Manfaatnya memang telah dibuktikan di dunia medis antara lain untuk mengobati penyakit degeneratif seperti diabetes, alzheimer, cerebral palsy bahkan membuat kulit menjadi awet muda.

Namun sayangnya dari sekian banyak stem cell yang ditawarkan, sebagian besar bukan berisi sel hidup sebagaimana stem cellseharusnya. Otomatis konsumen tertipu dan justru berisiko mengalami efek samping dari cairan yang dimaksukkan ke dalam tubuh.

“Banyak klinik kecantikan yang menjual stem cell tapi masyarakat sebaiknya nggak boleh langsung percaya itu stem cell asli. Karena untuk penyediaan stem cell banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya penyimpanan harus khusus, dan sumber sel hidup yang jelas,” ujar spesialis bedah plastik, Dr. dr. Fonny Josh, SpBP-RE(KBM), di Jakarta, belum lama ini.dikutip Dari Halamam Suara.com

Layaknya manusia, lanjut dia, stem cell membutuhkan media khusus untuk hidup, dan makanan jika telah disuntikkan ke tubuh manusia. Soal penyimpanan, kata Fonny, stem cell yang juga dikenal dengan sebutan sel punca harus disimpan dalam lemari pendingin bersuhu minus 80 atau 180 derajat celcius.

“Kalau diletakkan begitu saja di luar lemari pendingin, stem cell akan mati,” imbuhnya.

Untuk itu Fonny mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan melakukan perawatanstem cell di klinik-klinik kecantikan, terlebih jika yang menangani bukan dokter spesialis bedah plastik. Wajar jika penanganan stem cell yang asli bisa memakan biaya hingga puluhan juta rupiah.

“Perawatan stem cell kalau asalnya dari lemak bisa 60-90 jutaan karena ada operasi. Kalau dari darah tali pusat tidak perlu operasi bisa jauh lebih murah,” tambahnya.

Stem cell yang disuntikkan ke dalam tubuh nantinya akan meregenerasi sel-sel lama yang telah usang. Sumber sel hidup yang digunakan sebagai stem cell bisa berasal dari darah, ari-ari, lemak, hati, dan sumsum tulang.

“Disarankan menyimpan sel hidup untuk stem cell pada saat muda. Nanti ketika dibutuhkan saat usia semakin tua bisa dipakai kembali. Karena jila stem cell diambil dari sel yang sudah tua efektivitasnya tidak seampuh sel-sel saat berusia muda,” pungkas Fonny.( Dikutip dari suara.com /Net)

 

SUMBER : Suara.com

 

Related posts

Bimbingan Teknis Kegiatan Pemberdayaan Jasa Kontruksi

Celahkotanews

Wabah DBD Meningkat,196 Pasien Dirawat

Celahkotanews

Oknum Polisi Diduga Tembak Istri Lima Kali hingga Tewas

Celahkotanews

Leave a Comment