Riau Darurat Narkoba, Pelabuhan Tikus Jadi Akar Masalah

CelahkotaNEWS250 Views

peredaran narkobaCELAHKOTANEWS.COM, PEKANBARU – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah menyatakan bahwa Indonesia sudah masuk darurat peredaran narkoba. Seluruh daerah di Indonesia diinstruksikan untuk mengantisipasi peredaran terutama, wilayah yang rawan transaksi dengan media pelabuhan-pelabuhan kecil.

Tidak terkecuali Riau, yang hampir tiap hari terjadi penangkapan pengedar dan pemakai sabu. Daerah Pesisir Riau yang cukup panjang sangat memudahkan masuknya barang-barang haram tersebut.

“Kita harus menguatkan penjagaan dan keamanan di daerah-daerah pesisir, terutama terhadap pelabuhan-pelabuhan tikus,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Senin (20/4/2015).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Polda dan kabupaten/kota akan menguatkan lagi pengamanan di daerah-daerah pesisir. Tidak tertutup juga kemungkinan akan ada alokasi dana untuk itu.

“Jika harus menambah speedboat (kapal patroli, red), akan kita tambah. Intinya bagaimana kita mengantisipasi dan meminimalisir peredaran atau masuknya narkoba yang kerap melalui pelabuhan-pelabuhan tikus,” terang Andi (sapaan akrabnya).

Plt Gubernur Riau baru saja menyaksikan pemusnahan narkoba jenis sabu seberat 46,5 kilogram di Halaman Kantor Gubernur Riau bersama pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Riau, Ketua DPRD Riau, Danlanud, Danlanal, Danrem 031 Wirabima dan instansi terkait, Senin (20/4/2015).

Setidaknya ada 93 bungkus plastik besar sabu yang dimusnahkan, dengan berat perbungkusnya sekitar setengah kilogram. Barang haram Ini milik tersangka berinisial NHK asal negeri Jiran Malaysia yang sebelumnya diciduk pada Kamis (2/4/2015) lalu, di sebuah hotel di kawasan Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

Saat diamankan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau waktu itu, polisi turut mengamankan dua orang wanita. Namun setelah dilakukan investigasi, dua wanita ini akhirnya dibebaskan lantaran tidak tahu sama sekali jika NHK adalah seorang kurir narkoba kelas kakap.

Sabu ini, disembunyikan NHK didalam dua buah koper warna hitam. Dari Malaysia tersangka masuk ke Indonesia melalui jalur perairan dengan menggunakan kapal menuju kota Dumai. Disini tersangka sempat menginap satu malam, sebelum akhirnya bertolak ke Pekanbaru dengan menggunakan angkutan travel umum.

Kepada penyidik, NHK mengaku bahwa sabu tersebut rencananya akan dibawa menuju Palembang dan diserahkan kepada seorang pemesan yang tidak dikenal tersangka. Untuk menelusuri kasus ini, Polda Riau sudah berkoordinasi dengan Interpol, mengingat tersangka adalah WNA asal Malaysia.

Selain pemusnahan sabu ini, Polda Riau dan pemerintah provinsi juga melakukan penandatanganan deklarasi gerakan rehabilitasi 100 ribu pecandu narkoba dan gerakan anti narkoba, yang ditandai dengan pelepasan ratusan balon, yang dipimpin langsung Plt Gubernur Arsyadjuliandi Rahman, serta dihadiri pula oleh Wakapolda Riau, Kombes Pol Abdul Gofur dan jajaran terkait lainnya.(grc/wdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Pingback: Book of Ra Slot
  2. Pingback: Lawfirm in bangkok