Berita Terbaru Hukrim

Pratu Wahyudi Meningal Dalam Menjalankan Tugas Negara

2016-08-23_21.02.43

Pratu Wahyudi Dikenal Sosok Penurut Dengan Atasan Bakal Menikah Usai Leberan Idul Adha

Celahkotanews.com || Dumai – Suasana berbeda tampak di ruang kamar jenazah RSUD Kota Dumai, Selasa (23/8) kemarin siang. Tampak puluhan personel TNI berseragam hijau loreng berkumpul disana. Kedatangan mereka ini untuk menyambut kedatangan jenazah teman mereka Pratu Wahyudi, yang ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di hutan Rohil.

Tidak hanya, para prajurit yang datang, Gubenur Riau, Arsyadjulaindi Rachman, Danrem Riau, Brigjen TNI Nurendi, Kapolda Riau Brigjenpol Supriyanto, Walikota Dumai, Zulkifli AS, Bupati Rohit Suyanto, Kapolres Dumai, AKBP Donald H Ginting juga berkesempatan untuk melihat langsung kondisi jenazah Satgas Karhutla tersebut.

Pratu Wahyudi diketahui memang hilang, pada Kamis (18/8) kemarin di hutan rohil. Setelah pencarian beberapa hari, Selasa (23/8) prajurit yang betugas di Taop 1 Satbak A Ton 2 Denrudal 004 Dumai ini ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

Kepergian Pratu Wahyudi, memang membuat para satuan dendrudal 004 Dumai bahkan seluruh jajaran TNI, kepolisian bersedih. Pasalnya selama bertugas di dendrudal Dumai, almarhum dikenal sebagai sosok yang penurut terhadap atasan, ramah dan periang dengan teman seangkatan.

”Alharhum,memang ramah, mudah bergaul,” sebut salah seorang teman almarhum yang juga bertugas di Denrudal kepada celahkotanews.com

Namun, setelah prajurit tersebut mengetahui sedang mengobrol dengan wartawan, ia memilih untuk tidak lagi berbicara lagi, bahkan meminta agar langsung bertanya dengan atasannya.

Sifat penurut sang prajurit yang gugur saat bertugas dalam memadamkan api itu, dibenarkan Danrem Wirabima Brigjen TNI Nurendi usai melihat kondisi jenazah di kamar mayat RSUD Kota Dumai. ”Saya sudah dapat informasi dari komandan anggota yang gugur ini, almarhum dikenal sebagai seorang penurut, tidak pernah melawan atas tugas yang diberikan,” terangnya.

Selain itu, dikatakannya, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, dan tidak sombong terhadap sesama maupun masyarakat. ”Almarhum bertugas di rudal Dumai sejak lulus pendidikan, masuk pada 2009,” sebut pria berpangkat bintang satu ini.

Danrem juga membenarkan informasi, jika almarhum bakal menikah dalam waktu dekat atau pasca Idul Adha. ”Memang benar, namun almarhum lebih memintang tugas negara dari pada keperluan pribadi,” jelasnya.

Bakal mendapat Kenaikan Pangkat

Brigjen TNI, Nurendi akan mengusulkan, Almarhum Pratu Wahyudi agar mendapat kenaikan pangkat serta penghargaan atas jasa almarhum yang sudah berbakti dan berjasa dalam upaya pemadaman karhutla di Riau.

”Tentunya akan diusulkan kenaikan pangkatnya, sesuai dengan baktinya kepada negera ini,” sebutnya.

Ia berharap dengan kejadian itu, tidak menyurutkan semangat personel untuk ikut dalam upaya pemadaman karhutla, namun menjadi pemacu semangat agar berbuat lebih. ”Saya juga ucapkan terima kasi kepada semua pihak yang telah berkerja keras, mencari jenazah almarhum, ini memang menjadi duka kami yang sangat mendalam,” tuturnya.

Sempat Berkomunikasi Lewat Handphone Berteriak Takbir Tiga Kali Hilangnya, Pratu Wahyudi, berawal ketika pada Kamis (18/8) lalu, pratu wahyudi dengan beberapa rombongannya, sekitar pukul 14.14 memadamkan api di hutan kampung medan rohil. Saat itu pratu wahyudi mengecek kedepan dan berpisah dari temanya untuk melihat titik api yang akan dipadamkan, karena jarak pandang terbatas, prajut lain tidak dapat melihat pratu wahyudi.

Pada pukul 14.30, Pratu wahyudi sempat bisa berkomunikasi dengan anggota yang lain, ia menyebutkan dirinya  dirinya terjebak didalam hutan. Posisinya berada di pohon besar tidak jauh tempat dirinya menghilang pertama. Kemudian tim menyusul ksana, namun pratu wahyudi tidak ada, pada 15.20 bisa berkomunikasi lagi berada dipinggir kebuh lebih kurang 200 meter dari tkp pertama, anggota mencari, namun juga tidak ketemu.

Pada 16.00 sudah terhenti dan tidak ada dapat signal, kehilang jejak. Baru pada. Pukul 17,30 muncul kembali signal dan terakhir pukul 18.00 WIB. ”Terakhir menghubungi anggota memang almarhum sempat bertakbir sebanyak tiga kali,” tambah Brigjen Nurendi.

Nurendi mengatakan pihaknya sudah melakukan penyisirah mulai dari radius 10 meter, 20 meter bahkan paling jauh empat kilometer. ”Pratu wahyudi ditemukan sekitar 500 meter dari posisi terakhir yang dikabarkannya kepada anggota lainnya,” tambahnya.

Padahal, sebelumnya, Nurendi menyebutkan tim pencarian juga sudah menyusuri tempat tersebut, namun baru pada Selasa (18/8) almarhum ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. ”Memang cukup memprihatinkan, saat ditemukan, posisi sedang terlentang, celana loreng masih dipakai, namun sudah terbakar,sepatu juga sudah terbakar, hanphone dan dompet disimpan dalam celana bagian dalam,” terangnya.

Diduga Meninggal Akibat Terbakar dan Kehabisan Oksigen

Dari analisis, pihak TNI, gugurnya Pratu Wahyudi karena kebahisan oksigen dan terbakar oleh api karhutla. ”Kalau dari analisi kami, kondisi didalam hutan dan lahan yang terbakar, sangat minim oksigen, sehingga pratu wahyudi juga kehabisan oksigen,” tambahnya lagi.

Makanya, untuk memadamkan api, karhutla tidak bisa sendiri, harus menggunakan tim. ”Mudah-mudahan ditempat disisi terbaik maha pencipta,” sebutnya.

Jangan Ada Yang Buka Lahan Dengan Cara Membakar Kebakaran Hutan dan Lahan memang sangat merugikan, untuk itu, pihak kepolisian, TNI dan pemerintah menegaskan agar tidak ada lagi pihak yang membuka lahan dengan cara membakar lahan. ”saya sampaikan kepada seluruh masyarakat berhentilah, membuka lahan dengan cara membakar, dampaknya sangat besar, kami tentunya akan bertindak tegas lagi,” sebut Nurendi.

Hal yang sama juga disampaikan Gubenur Riau, Arsyadjulaindi Rahcam yang turut berduka atas gugurnya anggota tni Pratu Wahyudi saat memadamkan karhutla. ”Ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menbuka lahan dengan cara membakar, untuk itu kami minta berhentilah,” terangnya.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak baik pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri dan diharapkan masyarakat juga bersama-sama untuk mengatasi persoalan karhutla ini. ”Ini tugas kita semua,” terangnya.

Disemayankan di Kampung Halaman Pada pukul 17.50 WIB , jenazah Pratu Wahyudi sudah tidak berada di kamar jenazah, usai dibersihkan dan dimandikan, jenazah pratu wahyudi di bawa ke Mako Denrudal 004 Dumai di Bagan Besar untuk dilakukan acara pelepasan. Direncanakan pada pukul 23,00 WIB, almarhum akan di berangkatkan ke Pekanbaru dan pada pagi harinya baru diberangkatkan ke Magetan Jawa timur untuk disemayankan disana.

”Nanti dibandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, juga akan dilaksanakan upacara penghormatan terakhir, insya Allah akan berangkat pagi hari menggunakan pesawat Citi Link,” tutup Brigjen Nurendi.(A1/Wan)

Related posts

Pemko Dumai Berlakukan Penyesuaian Terhadap OPD Baru Dibidang Layanan Pengaduan Perizinan

Celahkotanews

Ternyata Mardalena yang di Bunuh

Celahkotanews

Dalam Balutan Handuk 1000 Butir Ekstasi Merek Kura – Kura Diamankan Polisi

Ckn

Leave a Comment