Berita Terbaru Ekonomi

Pertalite Naik,Penggendara Rela Ngantri Beli Premium 

CelahkotaNEWS.com || DUMAI-PT Pertamina Persero kembali menaikkan harga bahan bakar khusus (BBK). Seluruh jenis BBK seperti pertalite, pertamax dan pertamax turbo mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Khusus untuk jenis pertalite di Provinsi Riau per liternya ditetapkan sebesar Rp8.150

Akibat kenaikan  ini, tak sedikit  pengendara  dikota Dumai yang  memilih ngantri  membeli BBM jenis Premium.

Seperti pantauan Celako SPBU Budi Kemuliaan  ketika Premium  tersedia warga rela mengantri panjang.

Hal serupa  tampak disejumlah SPBU di kota Dumai  mengalami antrean kendaraan roda empat bahkan roda  yang ingin mengisi bahan bakar jenis Premium.

Tias salahsatu penggendara memang memilih  ngantri untuk isi Premium  dibandingkan  membeli Pertalite sebab selisih harganya lumayan jauh juga.

Apalagi harga pertalite naik lagi menjadi 8.150 / Liter.Maka itu saya memilih  ngantri untuk mendapatkan  premium  dibanding  harus membeli pertalite.Kecuali ketika ketersediaan  premium tidak ada , mau tidak mau harus membeli  pertalite.

Bagi saya yang hanya pekerja kontrak disebuah perusahaan perbandingan  harga premium  dan pertalite tentu mempenggaruhi,  sebagai masyarakat  kecil tentu memilih yang murah karena banyak kebutuhan  lainnya yang harus terpenuhi.

Informasi  yang terhimpun pihak Pertamina mengklaim, kenaikan harga ini dipicu oleh harga minyak mentah dunia. Pada Jumat (23/3) lalu, harga minyak mentah dunia jenis brent menembus level 70 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Demikian diungkapkan Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR I Rudi Ariffianto

“Karena tren harga minyak dunia yang meningkat dan rupiah yang melemah. Tetapi kami pastikan harga produk research octane number (RON) 90 Pertamina masih paling bersaing dibandingkan dengan badan usaha lain,” kata Rudi.

Menurut dia, kenaikan harga BBK saat ini murni penyesuaian harga minyak mentah dunia. Tidak ada hubungannya dengan rencana penurunan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang masih dalam proses di DPRD Riau. Ia memastikan, jika penurunan PBBKB final, maka harga BBK akan ada penyesuaian PBBKB baru yang diterapkan Pemerintah Provinsi Riau.

Ketika disinggung tentang masih terjadinya kelangkaan premium saat ini, Rudi mengatakan realisasi penyaluran premium masih relatif tinggi untuk wilayah Riau. Dari total gasoline yang didistribusikan, jumlah premium masih pada angka 45 persen. “Kalau saya pantau realisasi penyaluran premium Riau itu relatif tinggi sekali sebenarnya. Masih sekitar 45 persen dari total gasoline,” jelasnya.

Penulis : Devie
Editor : Joeyibas

Related posts

Densus 88 Bekuk Jaringan Katibah Gigih Rahmat Dibatam

Celahkotanews

Berteman Tapi Tidak Besahabat

Celahkotanews

Panglima TNI, Gotong Royong Sebagai Ciri Khas Indonesia

Celahkotanews

Leave a Comment