Berita Terbaru Celoteh Pak Usu

Penonton Setia di Kampung Sendiri

celahkotaNEWS.com || DUMAI – Seperti kata pepatah, hidup itu seperti roda yang berputar. Kadang di atas kadang di bawah. Ada masa dimana kita harus bersyukur dan ada masa dimana kita harus bersabar dan belajar. Karena hidup itu adalah sebuah proses dan perjalanan, belajar dari apa yang telah terjadi merupakan hal yang bijak.

‘Dumai’
Pada era tahun 1930-an, Dumai merupakan suatu dusun nelayan kecil yang terdiri atas beberapa rumah nelayan. Penduduknya bertambah ketika Jepang mendatangkan kaum romusha (pekerja paksa jaman penjajahan Jepang) dari Jawa. Seiring perubahan waktu, terjadi perubahan status Dumai sebagai berikut.

Filosofis dasar atas peningkatan status Dumai dalam pengelolaan wilayah administrasi pemerintahan adalah untuk pemperpendek rentang kendali, mempercepat tingkat pelayanan dan memperbesar peran masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, disamping menangkap peluang pengembangan ekonomi.

Meskipun Kota Dumai dijuluki Kota Industeri dan pelabuhan,namun tidak mudah bagi para pemuda-pemuda anak tempatan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang bertenger di sepanjang bibir pantai negeri Puteri Tujuh ini.

Setidaknya ada 3 (tiga) kawasan industeri besar di kota ini diantaranya Kawasan Industeri Dumai (KID) yang berada di Kecamatan Medang Kampai,Kasawan Industri Datuk Laksemana Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Dumai Kota Serta Kawasan Industeri Lubuk Gaung Kecamatan Sungai sembilan Kota Dumai.

Ribuan bangunan tengki timbun penghias bibir pantai sebagai ladang bisnis bagi sang investor tersebut hanya dapat dilihat dan di toton,mirisnya sebagian kecil orang – orang tempatan yang ada bekerja di sini.

Bagi Anak -anak mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah adalah impian mereka. Apalagi jika pekerjaan itu sesuai dengan minat dan fashion mereka, tentu ini merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan sekali bukan ? Benar, memang pada kenyataanya, mencari pekerjaan di Kota Dumai ini tidak semudah yang dibayangkan dan memerlukan usaha dan kesabaran yang ekstra,meskipun telah berpuluh bahkan ijazah asli pun sudah mulai lusuh karena di copy tragisnya jangankan untuk pangillan kerja untuk pangilan interviews (wawancara ) pun tak kunjung ada,nasib badan.

Janji busuk sang penguasa negeri seolah hanya tinggal janji tergerus angin di penghujung jabatan,angka prioritas anak tempatan pun semakin menjauh orang luar berKTP Dumai lalulang masuk bekerja.Mereka hanya mengandalkan KTP Dumai semata, sementara aslinya berasal dari daerah lain.

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan Kota Dumai. Dalam Perda itu,perusahaan wajib mengutamakan tenaga kerja tempatan dalam rekrut tenaga kerja dengan presentasi 70 persen masyarakat Dumai dan 30 persen dari luar Kota Dumai.

Namun Perda Nomor 10 tahun 2004 berbeda dengan janji sang penguasa negeri beberapa tahun silam, saat kampanye politik pada Pilkada 2015 lalu. Dimana,penguasa negeri saat ini yang menjabat sebagai walikota dan Wakil Walikota Dumai berjanji jika terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Dumai untuk masa 5 tahun mendatang, 100 persen tenaga kerja di perusahaan direkrut dari masyarakat Dumai.

Yuk..kita tanya kepada diri kita dengan kejujuran hati,apakah saat ini sudah seratus persen anak-anak tempat dapat bekerja,atau hanya KTP Dumai belaka yang menjadi tipu muslihat sebagai orang Dumai.

Bak menonton pertandingan sepak bola,asik gocekan dan kilikan sang pemain naturalisasi membawa bola hingga ke mulut gawang sotekan tajam menghujam di sudut penjaga kiper,akirnya tendangan sang pemain natural lisasi berhasil mencetak 1 – 0 meninggalkan pemain asli,sementara,pemain – pemain tempat yang lebih hebat dari pemain naturalisasi masih banyak namum mereka tidak berkesempatn untuk menjadi sang pemain dan pada akhirnya hanya menjadi penonton setia.(ckn)

Editor : Khairul Iwan
Sumber : Berbagai Sumber
Foto : Dok

Related posts

Janji Pilkada,Peningkatan  Gaji Honorer Hanya Isapan Jempol

Celahkotanews

Satu Peserta Gagal Jadi PNS

Celahkotanews

Ekonomi Riau Terbawah di Sumatera

Celahkotanews

Leave a Comment