Peningkatan Arus Mudik Nataru Di Pelabuhan Sri Junjungan Dumai Mulai Terlihat

celahkotaNEWS.com || DUMAI- Menjelang Perayaan natal dan tahun baru 2020, arus mudik di pelabuhan Sri Junjungan Kota Dumai, Sudah mulai menampakan peningkatan jumlah penumpang. ‎

Kantor Kesyahbandaran dan Otoriras Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai, Herwanto, melalui Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Yuzirwan Nasution mengungkapkan, bahwa menjelang natal dan tahun baru 2020 sudah ada peningkatan penumpang.

Ia menambahakan, peningkatan penumpang ini terlihat, dari jumlah penumpang yang pada dua hari belakangan ini sudah lebih 500 penumpang yang datang ke pelabuhan Dumai, dari berbagai daerah.

“Menurut informasi, dari pihak penyedia jasa angkutan kapal Feri, sudah ada lonjakan penumpang, yang normalnya dua kapal Feri, namun saat ini sudah ada empat bahan lima kapal Feri yang datang ke Dumai,” katanya, Minggu (22/12/2019).

‎Diakuinya, petugas Kantor KSOP Kelas I Dumai akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk operator kapal ferri penumpang, terkait lonjakan arus mudik Natal dan tahun baru ini.

“Koordinasi dilakukan untuk menjamin kelancaran arus balik, dimana agar penumpang yang datang dan berangkat di Pelabuhan Dumai dapat dengan aman, nyaman dan selamat ke pelabuhan tujuan,” katanya.

Adapun penumpang melalui Pelabuhan Dumai, tambahnya, adalah penumpang dari Bengkalis, Selat Panjang, Tanjungbalai Karimun, Batam dan Tanjungpinang.

Dirinya menerangkan, lonjakan penumpang biasanya akan meningkat pada H-5, meskipun saat ini sudah mulai terlihat lonjakanya.

Iwan mengaku, telah menegaskan para pelaku pelayar untuk lebih memperhatikan keselamatan dalam berlayar.

Ia menambahkan, sesuai dengan surat edaran KSOP Dumai yang diterbitkan pada 5 Desember 2019 lalu, dihimbau agar pelaku pelayaran baik itu perusahaan pelayaran dan keagenan kapal, nakhoda kapal dan operator serta pengguna jasa pelayaran untuk memperhatikan keselamatan pelayaran sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca buruk.

“Kita telah menyampaikan edaran kepada pelaku usaha untuk lebih memperhatikan keselamatan pelayaran mengingat kondisi cuaca berubah-ubah,” terangnya.

Dijelaskannya, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan, pihaknya menegaskan pelaku pelayaran dalam mengoperasionalkan kapal harus mengutamakan keselamatan dan senantiasa memantau perubahan cuaca dari BMKG.

“Kita juga menekankan kepada nakhoda

dan operator kapal untuk tidak memaksakan berlayar apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan aktivitas berlayar. Terutama gelombang laut sedang tinggi, kita imbau pelaku pelayaran menunda berlayar,” tegasnya.

Selain itu lanjutnya, pelaku pelayaran kapal penumpang agar memperhatikan kecepatan kapal, mengingat tinggi gelombang mulai meningkat. Apabila sedang melaksanakan aktivitas pelayaran secara tiba-tiba cuaca memburuk, berhentilah dan tetap terus berkomunikasi sambil mencari lokasi yang aman untuk berhenti.

Sementara, ‎Jailani pengawas oprator kapal dumai ekspres mengaku, dua hari belakangan ini ada peningkatan jumlah penumpang, terutama dari Batam menuju Dumai.

“Biasanya 1 sampai 2 kapal, saat ini sudah 4 kapal 5 kapal yang penuh penumpang menuju arah Dumai, dari Batam,” imbuhnya.

Kemudian, Darmawan Sirait penumpang dari Batam, mengaku, dirinya memilih untuk lebih awal pulang ke Sumut agar tidak macet dan bisa merayakan natal dan tahu baru di ampung halamanya.

“Saya dari Batam bang, mau ke Medan, lewat jalur laut biar lebih mudah bang, baru dari Dumai ke Medan,” pungkasnya.(ckn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Ping-balik: megabet