DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan Kota Dumai meluncurkan kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Tingkat SMA/MA/SMK se Kota Dumai, acara dipusatkan di SMAN 1 Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Selasa (26/9/2023).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Diskes Provinsi Riau serta didukung seluruh pelajar SMA/MA dan SMK se Kota Dumai.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sekretariat Daerah Kota Duma H. Yusrizal mengatakan Program Nasional “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” merupakan salah satu upaya yang dicanangkan Kementerian Kesehatan bertujuan untuk cegah Stunting, mulai usia dini hingga usia sekolah dan usia dewasa.
Gerakan Nasional Aksi Bergizi merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswa siswi dalam membiasakan konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan aktivitas fisik.
“Dalam kaitannya dengan edukasi dan peningkatan pengetahuan, dilaksanakan rembuk stunting; rekonsiliasi; sosialisasi; bimtek; Penyuluhan Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting. Kesemua kegiatan tidak hanya melibatkan unsur-unsur dari pemerintah, namun juga meluas ke organisasi sosial, kewanitaan, swasta. Pesertanya beragam, menyasar hingga ke seluruh lapisan masyarakat,” tutur Yusrizal
Disisi lain, Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Riau, Yaneliza katakan, salah satu upaya promosi kesehatan dan mencegah stunting adalah membiasakan perilaku hidup sehat, termasuk upaya mempromosikan asupan makanan sehat serta konsumsi gizi seimbang.
Dijelaskannya, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia.
“Pemerintah telah lakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12-18 tahun, di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi TTD. Di Provinsi Riau tahun 2022 tercatat 927 sekolah telah mengikuti pencanangan Gerakan Aksi Bergzi secara serentak dari Pusat,Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sementara capaian konsumsi TTD remaja putri di Provinsi Riau cukup rendah yaitu sebesar 23 %, melihat masih rendahnya capaian tersebut, dikeluarkanlah Surat Edaran (SE) Gubernur Riau Nomor : 440/Dinkes/11896.a, tentang Gerakan Aksi Bergizi di Provinsi Riau,” terang Yeneliza.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Wan Robi pada kesempatan itu mengajak agar setiap sekolah dan para siswa mulai biasakan hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sehat, agar kualitas SDM siswa tetap terjaga.
Acara Aksi Bergizi diwarnai dengan pembukaan tirai “Launching Aksi Bergizi”, Flashmob Anemia siswa/i SMAN 1, penandatanganan MOU oleh kepsek se-kota Dumai dan Dinkes Riau, penyerahan isi piringku dari Tim Support, tari Serampangan 12, Jingle Aku Anak Indonesia dan kunjungan stand makanan sehat, Kunjungan Pojok Gizi Pemeriksaan Hb Darah Remaja Putri, dan Pemeriksaan PTM usia reproduktif. (Inf)













