
CelahkotaNEWS.com || Dumai –Kota Dumai masih berada di Grafik Deflasi sebesar 0.23 Persen di bulan Agustus 2017 lalu.
Deflasi diakibatkan karena daya beli atau permintaan masyarakat terhadap kebutuhan suatu barang yang kian menurun sementara ketersediaan mencukupi.
Kata kadisperindag Zulkarnaen ada beberapa faktor yang menyebabkan defllasi seperti penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,87 persen. Juga berada dkelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,21 persen. Selanjutnya, juga terdapat dikelompok perumahan, air, listrik sebesar 0,04 persen.
Menurut dia,melambatnya inflasi terutama disumbang deflasi tarif listrik yang naik, harga bensin, rokok dan lainnya.“Deflasi yang dalam pada kelompok bahan makanan menahan dampak inflasi akibat pencabutan subsidi listrik pelanggan 900 VA pada pelanggan pasca-bayar.” Jelasnya
Sementara kondisi pasokan yang terus meningkat dan distribusi yang lancar menyebabkan tren penurunan harga berlanjut.Langkah yang musti dilakukan pemerintah menjaga kesinambungan dan manajemen stok pangan yang baik, dan ekspektasi bahwa pemerintah mampu menjaga kestabilan harga merupakan faktor-faktor pendukung terkendalinya harga diPasar.
“Wajar saja deflasi, sebab saat ini kondisi keuangan masyarakat terbilang sulit , bahkan daya beli masyarakat ke suatu barang terjadi penurunan,”sebut Zulkarnaen
Sementara dari sisi pedagang,seperti disampaikan Martin tahun ini berjualan itu sangat sulit ,kondisi ini tidak hanya saya yang alami tapi pedagang lainnya juga.
“Kondisi pasar sangat sunyi , terkadang pecah telur atau jual beli bahkan terkadang tidak sama sekali.Akibatnya banyak pedagang memilih gulung tikar atau bangkrut karena pendapatan tidak sesuai penggeluaran.”(pie)
Penulis : Depie
Editor : joeyibas







3 komentar