Berita Terbaru Ekonomi

Pakan Ternak Sapi Sulit di Dapatkan,Pemko Dumai Minta Perusahaan Berpatisipasi

2017-08-31_19-04-21
Pakan Ternak Sapi Sulit di Dapatkan,Pemko Dumai Minta Perusahaan Berpatisipasi

 

CelahkotaNEWS.com || DUMAI -Kecilnya pengembangan hewan ternaka sapi di kota dumai yang hanya mencapai 10 persen sedangka  sisanya 90 di posok dari luar kota membuat wakil walikota dumai eko suharjo angkat bicara.

Menurut orang nomer dua di kota dumai ini untuk pengembangan hewan ternak sapi sangak memiliki potensi hanya saja sejauh ini dinilai wako pasokan pakan ternak seperti rumput samgat sulit di proleh.

Selain itu eko juga berharap partisispasi perusahan – perusahan yang bertenger di bibir pantai kota dumai untuk dapat memberikann kemudahan  kepada peternak untuk mendapatkan suplay pakan dari bungkil sawit sehingga perkembangan perternakan di kota dumai dapat berkembang.

“Coba Kita bayangkan saja dari sekian banyak perusahan ini jika mereka meberikan kemudahan untuk kerja sama dengan peternak sapi tentu hal ini juga akan membakitkan ekonomi khusunya dari peternak sapi,sayang sekali kita hanya mampu 10 persen saja,”kesal eko

Selain itu Pemerintah Kota (Pemko) Dumai berencana akan membuat perternakan penggemukan sapi guna meningkatkan konsumsi daging sapi dan menambah asupan gizi untuk masyarakat di Kota Dumai.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Dumai saat meninjau kandang peternak sapi di Jalan Daenk Tuegek, Purnama, Dumai Barat, Kamis (31/8/2017).

“Ini tentunya perlu peran serta masyarakat dan pihak lainnya untuk mendukung program peternakan penggemukan sapi,” kata Wakil Walikota Dumai.

Selain itu, kata Eko, pemerintah akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan pengolahan kelapa sawit untuk membahas rencana pengadaan peternakan penggemukan sapi.

Langkah ini diambil untuk membahas mekanisme dan menjalin kerjasama dengan perusahaan untuk membantu pemko memasok Bungkil dari limbah sawit untuk pakan sapi.

“Untuk mensukseskan program ini tentunya membutuhkan asupan berprotein tinggi sebagai pakan sapi, salah satunya bungkil sawit berpotensi sebagai sumber gizi,” terangnya.

Plt Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perkebunan, Hadiyono SHut mengatakan upaya peningkatan produksi ternak tidak cukup hanya dengan memberikan rumput alam saja, tetapi perlu adanya pakan tambahan.

Mahalnya harga pakan impor mendorong kita agar mampu memanfaatkan berbagai sumberdaya lokal sebagai sumber bahan pakan alternatif, terutama bahan baku sumber protein dan energi.

“Bahan baku dimaksud, diharapkan tersedia secara kontinyu, melimpah, murah, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, secara ekonomi menguntungkan, dan secara sosial dapat diterima masyarakat. Salah satu bahan pakan yang saat ini cukup potensial adalah produk samping perkebunan kelapa sawit.” ungkap Hadiyono.(ckn)

Penulis : Khairul iwan

Editor : Ckn

 

Related posts

Persiapan MTQ Ke 36 Provinsi Riau di Dumai Sudah 80 Persen,Pengerjaan Astaka Terus Digesa

Celahkotanews

Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menkeu Terbaik di Asia Pasifik 2018

Celahkotanews

Langgar Peraturan Kerja,Belasan Operator Bus TMP Di Rumahkan 

Celahkotanews

Leave a Comment