Nafsu dan Kehidupan yang Sempurna

Nafsu dan Kehidupan yang Sempurna

Menurut Plato, manusia memiliki tiga bagian tubuh yang memiliki jiwa. Pertama kepala, kedua dada, dan tiga perut. Akal terletak di bagian kepala, kehendak terletak dibagian dada, dan nafsu terletak di bagian perut. Akal mencita-citakan kebijaksanaan, kehendak mencita-citakan keberanian, dan pada bagian perut terdapat nafsu yang harus ditahan untuk menciptakan kesopanan. Ketika ketiga bagian itu berjalan dengan selaras, maka kita akan menjadi manusia yang berbudi luhur. (Dunia Sophie , halaman 113)

Tapi apakah semua manusia mampu memikirkan hal itu? Sesuai dengan piramida kebutuhan Maslow, dorongan pertama dari manusia adaah dorongan secara biologis. Manusia butuh makan, minum dan memenuhi kebutuhan birahinya. Kebutuhan tersebut memiliki dorongan yang sangat besar dan bila tidak dibutuhi, manusia tidak akan dapat berpikir secara jernih. Contohnya adalah sebuah kejadian di Gunung Andes pada tahun 1972. Sekumpulan pendaki terjebak di keadaan di mana mereka harus memilih diantara mati dan memakan mayat teman-teman mereka sendiri. Mungkin, kita yang sekarang duduk nyaman di sini akan berpikir bahwa lebih baik kita mati daripada membuang kemanusiaan kita untuk bertahan hidup. Tapi apakah kita akan berpikir seperti itu bila kita yang terjebak, dalam kondisi kedinginan, badan sulit bergerak, dan perut yang sakit, dapat dengan berani untuk tetap menjaga kemanusiaan kita? Saya yakin teman-teman akan berpikir ulang.

Hal tersebut membawa saya pada ‘jiwa’ terbawah dari bagian tubuh kita. Perut yang dikaitkan dengan nafsu. Namun, jelas saya tidak bisa hanya menjelaskan bagian perut saja, tentu saja ini terpengaruh oleh dada dan kepala. Banyak manusia yang malas berpikir. Mereka adalah contoh dari manusia yang hanya berpikir bila disuruh saja, dan memikirkan apa yang mereka harus pikirkan saja. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat banyak murid yang tidak ingin memikirkan masalah yang ada di dunia, di bumi ini. Dia hanya ingin memikirkan permasalahan di dunianya.

Bukankah itu menyedihkan? Manusia yang lebih mampu berpikir dibanding makhluk lainnya di muka bumi, hanya berpikir ketika dia harus berpikir? Ya, menurut saya. Banyak manusia yang hanya berhenti di nafsu, mereka lebih senang mengikuti nafsu mereka dibanding mencari kebijaksaaan. “Kebijaksanaan tidak indah,” menurut mereka. “itu hanya menjauhkan kita dari kebahagiaan yang seharusnya kita rasakan!” tambah mereka lagi. Kesalahan di sini adalah banyak orang yang mengartikan nafsu sebagai kebahagiaan. Mereka menganggap bahwa nafsu adalah satu-satunya kebahagiaan yang ada. Dan jadinya, banyak orang yang kurang ajar dan hanya mementingkan nafsu mereka. Akhirnya, mereka tidak bisa menahan diri dan hanya menyusahkan kemanusiaan itu sendiri. Mungkin, itu tidak masalah bila hanya minoritas dari manusia yang berpikir seperti itu, namun, kita tahu bahwa banyak manusia yang seperti itu. Itu sendiri ancaman untuk kemanusiaan.

Lalu, apa hubungan dari kemanusiaan dengan kehidupan sempurna? Mengapa dari tadi saya hanya membahas kemanusiaan dan nafsu, tapi tidak menyinggung sedikitpun tentang kehidupan sempurna?

Di zaman sekarang, di mana bumi sudah semakin tua, di mana kehidupan begitu dinamis dan di mana manusia sudah begitu terkorupsi, kita lupa bagaimana seharusnya kita. Terlalu banyak faktor-faktor yang membuat manusia jauh dari sifat kemanusiaannya. Menurut saya, kemanusiaan itu ada karena itu lah ide sempurna dari manusia, bagaimana manusia seharusnya bertindak. Hidup pada zaman seperti ini seharusnya menjadi tantangan bagi kita, untuk mengingat tiga jiwa yang kita punya. Kita harus menyelaraskan ketiga bagian tubuh ini.

Lalu mengapa, sekali lagi,saya harus menulis hal ini? Saya ingin mengingatkan, bahwa kita lebih dari hanya sekedar nafsu. Kita manusia, kita harus bangga dengan kemanusiaan yang kita punya dan kita harus memegang teguh ide dari manusia yang sempurna itu. “Lalu mengapa penulis? Mengapa kita harus ingat dengan kemanusiaan bullshit?” Karena, temanku, kita adalah manusia.

Sumber : Medium.com

Gambar : Ilustrasi@internet

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Pingback: meet sluts
  2. Pingback: find out here