sekilas.co – Meta menunda peluncuran kacamata pintar Ray-Ban Display ke sejumlah negara, termasuk Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada, akibat tingginya permintaan serta keterbatasan pasokan.
Dilansir dari Engadget pada Selasa, Meta mengumumkan keputusan tersebut dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Senin waktu setempat.
Meta menyatakan belum menetapkan jadwal baru untuk ekspansi internasional Ray-Ban Display yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada awal 2026. Perusahaan menegaskan akan memprioritaskan pemenuhan pesanan di Amerika Serikat sambil meninjau kembali strategi pasokan untuk pasar global.
Sejak pertama kali diluncurkan, kacamata Ray-Ban Display memang relatif sulit diperoleh. Produk ini tidak dijual secara daring dan hanya tersedia di sejumlah gerai ritel terbatas di Amerika Serikat, seperti toko Ray-Ban, Sunglass Hut, LensCrafters, serta beberapa gerai Best Buy.
Selain itu, konsumen juga diwajibkan membuat janji terlebih dahulu untuk mengikuti sesi demonstrasi sebelum dapat membeli perangkat tersebut. Meta sebelumnya menyebut minat terhadap produk ini sangat tinggi, yang dibuktikan dengan jadwal demonstrasi di banyak lokasi yang telah terisi penuh hingga beberapa pekan ke depan.
Meski terdapat harapan bahwa ketersediaan produk akan meningkat seiring waktu, penundaan ekspansi Ray-Ban Display ke pasar internasional menunjukkan bahwa ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas produksi masih terjadi.
Ray-Ban Display dibanderol dengan harga sekitar 799 dolar AS dan menjadi kacamata pintar pertama Meta yang dilengkapi layar heads-up display. Perangkat ini juga dibekali kamera, speaker stereo, enam mikrofon, konektivitas WiFi 6, serta pengendali Neural Band untuk pelacakan gerakan jari.




