Berita Terbaru Lingkungan

Masalah Green Coke Pertamina, DLHK Dumai Akan Laporkan ke DLH Provinsi

celahkotaNEWS.com (CKN) || DUMAI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Dumai, Satria Wibowo mengatakan telah melaporkan peristiwa Debu Green Coke milik Perusahaan Pertamina RU II yang diduga mencemari laut dumai, laporan tertulis itu dilayangkan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Gakkum KLHK.

“Masalah Debu Coke milik Pertamina Dumai juga dalam tahap pembahasan kami melalui hearing bersama anggota DPRD,” Ujar Bowo, Senin (13/01/2020).

Bowo mengatakan didalam pembahasan hearing persoalan dugaan pencemaran turut mejadi pembahasan serius. Beberapa waktu lalu telah menerima laporan berita adanya Abu Green Coke yang berserakan di laut. Menindak lanjuti itu, DLH Dumai sudah turun ke lapangan pasca kejadian debu coke yang terkontaminasi ke air laut.

“Anggota DLH sudah turun, dan membuat laporan ke DLH Provinsi, hasil laporan anggota di lapangan saat turun ditemukan kondisi Conveyor rusak dan keropos menjadi salah satunya penyebab debu coke terjatuh kelaut dan air laut terkontaminasi, tentu saja green coke tidak boleh berserakan dan mencemari laut” Sebutnya.

Sayangnya, saat anggota DLH Dumai turun melihat kondisi dilaut green coke sudah tidak lagi ditemukan. Dari laporan DLH bahwa tumpahan green coke telah dibersihkan oleh pertamina.

Namun Bowo menyatakan persoalan itu akan terus tindak lanjuti.”Kita juga menunggu hearing dengan Anggota DPRD terkait adanya dugaan pencemaran,”ungkapnya.

Bowo menambahkan saat ini Perusahaan Pertamina dumai sedang dalam rencana tahapan adanya pembangunan baru. Artinya kini pihak Pertamina RU II Dumai dalam rencana perpanjang Adendum terhadap pengolahan Refeneri RU II Dumai. “Namun saat ini kita belum tau seperti apa teknologi mereka,” Terang Bowo.

Ketua Pencinta Alam Bahari (PAB) Kota Dumai Datok Darwis Mohammad Saleh menangapi pengaruh Green Coke merusak habitat biota timbul, seperti cucut, ikan senumpit, kemudian endapan green coke di lumpur akan berinteraksi terhadap perubahan ekosistim.

Pejuang Konservasi Hutan Margove sudah mengakar itu mengatakan, sejak 30 tahun Kota Dumai sudah terjadi pencemaran lingkungan dari operasional seluruh industri, termasuk Perusahaan Pertamina. Katanya.

Darwis memastikan Green Coke yang jatuh kelaut jelas merupakan pencemaran. Bahkan, konsumsi ikan di laut kepada manusia bisa menyebabkan penyakit kanker.

“Dampaknya, Ekosistim berinteraksi mollusca, jenis kerang di lumpur, Coke berinteraksi terhadap dampak ekosistim yang berdampak kepda interaksi laut, karena coke terdampak di laut akan bergumpur dengan lumpur yang dapat terjadi perubahan reaksi,”terang Darwis.

Koordinator BEM Sekota Dumai, Rezki Ade Putra mendesak agar DLH untuk menindak perusahaan yang diduga melakukan pencemaran yang ada di kota dumai, terutama di perusahan Pertamina.

“Kita minta DLH memberikan sanksi berat kepada perusahaan dan menyampaikan informasi transparansi terhadap masyarakat umum,” Kata Ade.

Pihak Pertamina Dumai RU II sebelumnya mengklaim Green Coke tidak memberikan pengaruh buruk terhadap lingkungan. Menurut dia kandungan kimianya bersifat inert dengan tidak bereaksi terhadap air dan lingkungannya sehingga tidak memberikan pengaruh terhadap lingkungan.

“Green Coke juga bukan merupakan limbah B3 sebagaimana tercantum dalam PP No 101 tahun 2014 sehingga tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan,” Kata Kevin melalui keterangan rilis beberapa waktu lalu.(tim)

Related posts

Ketua DPRD Dumai Minta Dinas Pendidikan Awasi Masa Orientasi Sekolah

Celahkotanews

Warga Kian Menjerit ‘ Tarif Listrik ‘ Kian Mahal

Celahkotanews

Sekda Rohil Hadiri Ultah Kelenteng Marga So Ciu

Celahkotanews

Leave a Comment