Berita Terbaru Ekonomi

Mardiofi : Semester Pertama Pembangunan Dermaga C Pelindo I Akan Rampung 2019

CelahkotaNEWS.com || DUMAI –
PT Pelindo I (Persero) terus mengoptimalkan pelabuhan di Kota Dumai, Provinsi Riau, sebagai pelabuhan ekspor komoditas kelapa sawit terbesar di Pulau Sumatra, untuk bisa menyerap potensi ekspor minyak sawit mentah di Riau yang mencapai sekitar 13 juta ton per tahun.

Mardiofi General Manager PT Pelindo I (Persero) Dumai saat berbincang dengan celahkotaNEWS.com di dermaga Pelindo pada Rabu sore mengatakan penyambungan dermaga C sepanjang 200 di perkirakan akan rampung dan bisa di pergunakan pada 2019 yang akan datang.

“Panjang 200 meter dengan lebar 40 meter pada semester pertama dermaga ini akan bisa di pergunakan pada 2019 akan datang,” ujar Mardiofi (21/11/2018).

Selain itu “kita juga akan mepersiakan pasilitas-pasilitas dan kita pokus ke peti kemas.”jelasnya

Pada tahun 2018 Pelabuhan Dumai telah melakukan investasi cukup besar pada peningkatan fasilitas pelabuhan curah cair untuk minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Fasilitas loading point (pengiriman) curah cair akan dilakukan penambahan, dari semula hanya mampu memompa 200-300 ton per jam akan terus ditingkatkan menjadi 500 ton per jam.

Optimalisasi tersebut diyakini akan makin mengukuhkan pelabuhan di pesisir Riau itu sebagai yang terbesar untuk pelayanan ekspor CPO di Sumatera. Pelabuhan Dumai melayani ekspor CPO hingga sekira enam juta ton per tahun, jauh lebih besar ketimbang Pelabuhan Belawan di Provinsi Sumatera Utara yang melayani sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Pelindo melakukan optimalisasi karena menilai bisnis pelabuhan curah cair di Riau sangat prospektif, dengan potensi ekspor CPO kini mencapai sekitar 13 juta ton per tahun dan berpeluang untuk meningkat. Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai baru bisa menyerap setengahnya saja, dan sisanya diekspor oleh pelaku bisnis sawit yang membuat pelabuhan sendiri.

Selain itu, peluang pengembangan pelabuhan Dumai juga akan mampu mendukung kinerja industri pelabuhan di Riau, yang akan sangat diuntungkan karena ada mega proyek rel kereta api dan jalan tol Sumatera menuju Kota Dumai.

Kedua mega proyek itu akan mempercepat distribusi barang manufaktur yang menggunakan peti kemas dan juga produk kelapa sawit. Hal ini menjadi potensi bagi Pelabuhan Dumai yang sudah lengkap.

Pelabuhan Pelindo I Dumai memiliki tiga dermaga, antara lain Dermaga A sepanjang 350 meter untuk general cargo dan pelabuhan penumpang. Dermaga B sepanjang 500 meter untuk loading curah cair dan angkut CPO, dan Dermaga C sepanjang 400 meter selain untuk kapal kontainer juga untuk komoditi curah kering Djuhaery mengatakan, khusus untuk Dermaga C, pihaknya menggelontorkan investasi hingga Rp100 miliar untuk menambah jumlah mobile crane hingga peningkatan fasilitas lapangan penampungan peti kemas.

Pelindo I Dumai mengoptimalkan layanan dan mempercepat waktu pengangkutan CPO ke kapal, maka sektor swasta dalam bisnis sawit akan mempercayakan proses pengiriman.

Investasi untuk 2018 secara keseluruhan sedang berjalan pembangunanya seperti penambahan panjang dermaga C sepanjang 200 meter dan seyogyanya pada 2019 medatang semester pertama dermaga ini siap di peegunaka, pembanguan areal peti kemas.(ckn)

Penulis : Armen Johar

Editor : Joeyibas

Foto : ckn

Related posts

Potensi Pajak Parkir Dumai Tembus 2 M

Celahkotanews

Depisit Hingga Rp200 Milyar APBD Dumai 2017 Rp 1,176 Triliun

Celahkotanews

Tidak Tahan,Ayah Bejat Cabuli Anak Tirinya

Celahkotanews

Leave a Comment