
Permainan Rakyat
Celahkotanews.com || Dumai – Pemerintah Kota Dumai Melalui Disbudparpora memaksakan kegiatan permainan rakyat dengan mengelar kegiatan lomba layang – layang tradisional masyarakat melayu Kota dumai.
Sempena memeriahkan hari kemerdekaan Ri yang Ke 70 kegiatan permainan ini di tampilkan di tengah masyrakat,hal ini bertujuan untuk membangkitkan kembali permainan-permainan tradisional masyrakat melayu.
Perlombaan yang di ikuti lebih kurang dari 90 Peserta di laksanakan di Bibir pantai purnama eks lapangan harnus kelurahan pangkalan seseai kecamatan Dumai Barat Kota Dumai, dan di hadiri para tamu undangan forkominda,serta kepala dinas dilingkungan Pemko dumai,kegitan tersebut yang di buka secara resmi PJ.walikota dumai dan diwakili asisten satu bidang pemerintahan Dermawan.
Dalam sambutan penjabat walikota dumai yang di bacakan asisten satu bidang pemerintahan mengatakan.
“Kegiatan yang dilaksakan bertujuan untuk melestarikan permainan rakyat,selain Itu juga kegiatan ini untuk memperkenalkan kepada generasi muda sehingga permainan ini bisa tetap dikenal dan berkembang hingga Ke generasi berikutnya,”jelas Pj.Walikota dumai 22/8/15
Dalam sambutan Pj walikota dumai yang di bacakan asisten satu bidang pemerintahan juga menjelaskan
“Kegiatan lomba layang – layang merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional indonesia serta menjadi satu aset daerah yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa khususnya tanah melayu dalam mempertahankan azam nenek moyang dahulu,”takkan melayu hilang di bumi,”kata Pj.walikota dumai.
Dengan dikenalnya permainan tradisional layang-layang di seluruh dunia tentu saja telah membuat bentuk layang-layang mengalami perubahan signifikan yang melibatkan sentuhan tradisi daerah-daerah setempat. Hal ini membuat layang-layang memiliki variasi bentuk yang sangat bermacam-macam.
Pada awalnya layang-layang berupa lembaran kertas tipis segi empat yang diberi kerangka dari bambu, lalu diberi benang atau tali untuk menerbangkannya. Namun pada perkembangannya semakin banyak bentuk layang-layang yang sangat unik di berbagai tempat. Seperti kotak, bundar, oval, dan lain sebagainya.
Sedangkan bahan pembuatannya tidak lagi terpaku pada kertas, namun sudah semakin variatif. Seperti misalnya menggunakan bahan dasar kain, sutera, plastik, dan lain sebagainya.
Pada kegitan perlombaan permainan layang-layang tradisional lebih mengedepankan layang -layang wau serta bunyi dengungan layang -layang tersebut hal ini dapat dimainkan berbagai peringkat umur.
Permainan layang – layang wau juga diadakan untuk pertandingan. Pertandingan yang melihat bentuk kecantikannya diukur dari segi keindahannya kepada bentuk, corak ciptaan, warna, keaslian ciptaan dan ukurannya.(ckn)
Penulis. : Khairul iwan
Liputan. Dumai








4 comments