
Walikota Dumai Buka Lomba Lampu Colok 2016
Celahkotanews.com || Dumai – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kebudayaan,Paeriwisa ,Pemuda dan olahraga ( DISBUDPARPORA) ?Melaksakan agenda rutin tahunan stiap ramadhan melakukan perlombaan lampu colok sekota dumai Pada pembukaan lomba tersebut walikota dumai dan di dampingi beberapa usur fokominda dan pemerintah kota dumai melakuan menghidupkan api colok sebgai pertanda perlombaan telah di mulai.
Pada ramadhan 1437 H 2016 ini pemerintah kota dumai melaksakan lomba lampu colok yang ke XVII Langsung Dibuka oleh walikota dumai Di jalan tenaga kelurahan dumai kota,Usai membukankegitan perlombaan tersebut Walikota Dumai kepada celahkotanews.com mengatakan.
“Tradisi lompu colok merupakan salah satu tradisi masyarakat riau hal ini tentunya akan terus dilestarikan sebagai sakah satu seni budya orang melayu,selain itu dalam lomba lambu colok khusnya di kota dumai ini semakinbtahun semakin meriah dan bayak keindahan yang bernuansa islami.” Kata walikota dumai zul kifli as 1/07/16.
Selain itu walikota dumai juga menjelaskan dalam pembukaan lampu colok ini kelurahan dumai kota sebagai tuan rumah telah menyiapkan sebanyak 6700 lampu colok dengan berbagai nuansa dan kali grapi dan kubah masjid.
dalam rangka menyambut malam lailatukadar atau malam tujuh likur dikota Dumai hingga kemalam takbiran tmdan lebaran berlangsung meriah. Selain sudah menjadi tradisi, lampu colok ini diperlombakan antar kelurahan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota dumai.
Pemasangan lampu colok ini sudah menjadi tradisi setiap tahun diakhir bulan ramadhan dalam menyambut malam takbir dan lebaran. Lampu – lampu colok ini terbuat dari Botol dan kaleng bekas yang diberi sumbu dan diisi minyak tanah dan kemudian disusun berupa kubah – kubah masjid dan hiasan kaligrafi.
Tradisi Lampu Colok tradisi ini berawal dari keinginan masyarakat untuk memberikan penerangan di bulan ramadhan, sekaligus tradisi ini merupakan syiar Islam sebagai hiasan – hiasan lampu yang ada selalu bernuansakan Islami.
Keindahan lampu colok yang dihias dalam bentuk kubah masjid dan kaligrafi ini digemari oleh banyak kalangan,Biasanya Lampu Colok ini dilaksanakapn pada mulai malam 27 Ramadhan, dari zaman ke zaman tradisi lampu colok ini tidak pernah tidak dilakukan. Lampu colok adalah salah satu alat penerangan yang dipakai pada saat listrik belum dikenal, lampu ini menggunakan bahan bakar minyak tanah yang dibuat sedemikan rupa.
Sedangkan tradisi yang biasa dilakukan oleh pemuda – pemuda setempat ialah membuat beberapa menara yang tinggi sebagai kerangka untuk menyusun lampu- lampu tersebut. susunan tersebut membentuk berbagai macam formasi. pemasangan lampu colok biasanya dimulai pada 27 hari bulan ramadhan atau sering disebut dengan “27 likur” sampai malam takbiran.
Perlombaan lampu colok yang digelar setiap tahunnya diKota Dumai mengunggulkan ciri khas kreativitas kedaerahan,lampu colok yang mencolok bersinar adalah berbentuk gapura colok. Melalui perlombaan ini juga diharapkan menjadi ajang pemersatu generasi muda dalam melestarikan kebudayaa melayu.(C1)







