Lari atas tual sagu di Desa Bokor
SELATPANJANG, CELAHKOTANEWS.COM – Sanggar Bathin Galang Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kepulauan Meranti akan memasukkan dan memecahkan rekor MURI Museum Rekor Indonesia untuk olahraga tradisional lari atas tual sagu. Jaluan pacuan yang batang sagu pun disiapkan sepanjang 500 meter.
Ketua Sanggar Bathin Galang Sopandi.SSos mengklaim bahwa olahraga tradisional ini satu – satunya tradisi unik yang ada di dunia. Sopandi juga mengatakan bahwa lomba lari atas tual sagu itu pertama kali mereka gelar pada ivent level internasional bernama Fiesta Bokor Riviera tahun 2011 lalu.
“Lari atas tual sagu itu berasal dari aktivitas masyarakat dalam menghitung tual sagu yang akan dibawa ke kilang pengolahan,” kata Sopandi, Selasa (22/6/2015).
Dikatakan Sopandi lagi, untuk memecahkan rekor MURI ini, mereka telah mempersiapkan segala sesuatunya seperti menyiapkan deretal tual sagu sepanjang 500 meter.
Selain itu mereka juga sudah berkonsultasi dan berkoordinasi ke pihak Museum Rekor Indonesia, dengan mengirim data dan video tentang lari diatas tual sagu itu. “Alhamdulillah mereka merespon dengan positif dan tinggal menunggu mereka untuk datang ke Desa Bokor,” kata Sopandi.
“Mereka juga sudah sepakat akan membuat badan hukum untuk mematenkan Lomba Lari di Atas Tual Sagu ke tingkat pusat,” tambah Sopandi.
Bahkan, Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) yang menaungi wilayah Riau, Kepri, Jambi dan Bangka Belitung di Tanjung Pinang, mengusulkan tradisi dan budaya asli kabupaten Meranti ini menjadi cagar budaya nasional ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan demikian, tradisi Lomba Lari Di Atas Tual Sagu ini akan lebih dikenal di seluruh Nusantara dan diakui sebagai warisan budaya nasional.
“Jangan sampai diambil orang lain. Suatu saat lari atas tual sagu ini akan akan menjadi brand dan ikon Kepulauan Meranti yang mengimplentasikan tradisi budaya masyarakat setempat,” ujarnya lagi.
Sejauh ini juga Kota Selat Panjang Sebelum di mekarkan menjadi kabupaten sudah terkenal dengan sagunya,aerta sebagian besar masyarakat berpenghasilan dari batang-batang sagu.
Penulis:Khairul iwan











1 comment