Lagi-lagi Oknum  Dishub Dumai Berikan Poten Merah Bagi Kota Dumai

logolicious_20161125_114627
Indra saputra : KA.UPT Terminal Barang Kota Dumai

Celahkotanews.com || Dumai – Dinas perhubungan kota dumai seolah tidak pernah sepi dai berbagai persoalah,lika luku liuk pikuk serta hingar bingar kini menjadi perbincangan hangat di tengah kalangan masyrakatkota Dumai.

Selain salah satu instansi yang memberikan PAD bagi kota dumai instansi tersebut  juga dengan menberikan corengan-dan contengan yang mebuat malu Dinas tersebut selain oknum-oknumnya banyak yang terlilit di berbagai persolaah tanpa lelah kini kembali mencuat lagi kepermukaan hal yang baru Operasi tangkap tangan OTT,Empat orang Oknum Honorer di duga pihak kepolisian telah melakukan Pungutan liar dengan modus yang berbeda,hmm Apakan Gaji Mereka tidak Cukup..?

Keempat Oknum teraebut masing – masing JF (31), MK (29), Ar (35) dan Hs (28) harus terima dan bernasib apes. Sudahlah ditangkap kepolisian karena terlibat pungli di Terminal Barang.

Empat honorer Disbub Kota Dumai ini juga bakal di pecat dari instansi tempat mereka bekerja.Pasalnya memang dalam kontrak kerja mereka honorer di Dishub tidak boleh terlihat dengan tindak pidana.

Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT Terminal Barang Disbub Dumai, Indra saputara Kamis (24/11) usai memberi keterangan kepada pihak kepolisian terkait keterlibatan anak buahnya dalam Pungli.”Memang kalau pungli tidak ada pandang mau seribu atau berapa, kalau salah ya memang harus ditindak,”terangnya.

Indra juga  mengatakan honorer yang terlibat tersebut memang sudah bekerja cukup lama di Disbub.”Hampir lima tahun,”sebutnya.

Sudah menjadi konsekuensi mereka ketika melakukan tindak pidana, harus dipecat, karena itu sudah disepakati sejak awal.”namun bukan saya membela mereka, akan tetapi saya menilai, mereka ini melakukan itu karena faktor ekonomi,”sebutnya.

Mengapa demikian, Along menyebut para personelnya dilapangan bekerja selama 10 jam, padahal normalnya 8 jam, kalau lewat dihitung lembur, namun mereka tidak dapat itu, makanya ketika ada kesempatan dan mental mereka belum baik terjadilah seperti Ini.”Inilah kenyataan, namun memang karena anggaran terbatas, mereka mau tidak mau tetap harus bekerja dengan gaji kecil sekitar Rp1,2 juta perbulan,”tuturnya.

Namun, apapun alasannya, mereka tetap harus diproses secara hukum, karena perbuatan mereka memang salah.”Ini bukan pembelaan saya Terhadap anggota, namun itukah kenyataannya,”terangnya.

Ia kembali mengingatkan kepada personel lainnya jangan sampai kejadian tersebut berulang lagi.”Tolong, jangan ada lagi, cukup ini yang terakhir,”tutupnya.(ckn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Pingback: mawinbet