
Celahkotanews.com || Dumai – Sebagai wadah yang mewadahi seluruh organisasi kepemudaan Komite nasional pemuda indonesia (KNPI). Kembali menyuarakan suaranya untuk menidak lanjuti terkait tututan, pemerataan hak ketenagakerjaan bagi pemuda tempatan beberapa waktu yang lalu telah mendatangi kantor Disnaker Kota Dumai.
Tidak sampai disitu saja kali ini, KNPI kota dumai yang di wakili Ketua harian 1 guspian, Bersama beberapa anggota KNPI mendatangi kampus Sekolah Tinggi Teknologi Dumai(STTD),yang merupakan salah satu kampus yang berada di kota Dumai. Dilanjutkan kunjungan kekampus Insitut Agama Islam Tafukuf Fidin yang beralamat bukit batrem.
Tujuan komite pemuda indonesia (KNPI) dalam kunjungan tersebut mendudukan pokok pikiran bersama dalam pembahasan tentang Penetapan ketenaga kerjaan. Hal ini di sambut baik oleh pihak masing masing kampus.
Guspian ( Agustera) sebagai ketua harian satu menyampaikan hal ini merupakan tindak lanjut dari upaya KNPI untuk memperjuangkan hak bekerja bagi pemuda di kota Dumai disetiap perusahaan yang ada.
“Ini merupakan tindak lanjut dari pergerakan kita beberapa waktu lalu yang sudah mendatangi kantor Disnaker Dumai. Untuk itu kami sangat berharap pemerintah harus tanggap dan respon cepat terkait persoalan ini,” Ujar Guspian
Setkat Ini kami melakuakan diskusi dan bertukar pikiran dilingkunagan akademisi guna menyusun langkah kedepan yang lebih maju.
Selain itu Pula KNPI Kota Dumai melalui ketua I mengingatkan Bagi Perusahaan-perusahaan Serta Pemerintah Kota Dumai Banhwa tuntun Para Pemuda Bukanlah Isapan Jempol Belaka
“Perlu di ingat oleh segala lini, baik Perusahaan maupun Pemerintah Kota Dumai Wacana yang kami jalan kan ini bukan isapan jempol, ini perjuangan, kita serius dalam hal ini jangan biarkan perusahan banyak berdiri di kota kita,tapi tenaga kerja nya banyak dari luar,melalui perjuangan ini kita akan rebutan kembali hak bekerja diperusahaan bagi pemuda Dumai,Sehinga Mereka (Pemuda) tidak jadi penonton dinegeri sendiri “ujar ketua harian yang juga akrab disapa Agus Tera.(Ckn/wan)








5 komentar