Berita Terbaru Hukrim

Ketika Cinta Dibutai oleh Rupiah

2017-01-08_12-16-31
Ilustrasi/Net

Celahkotanews.com|| Dumai -Kasus perekaman video mesum berujung pemerasan ‎ yang belum lama ini sempat menjadi buah bibir dari kalangan seluruh elemen dari kepemudaan dikota Dumai ternyata kini telah memasuki tahap menunggu hasil Uji labfor guna melengkapi berkas perkara tersebut.

‎Hal ini Sesuai dengan data laporan kinerja Kejaksaan Negri Dumai tahun 2016, disampaikan di dalam ekspos belum lama ini bahwa terdapat satu kasus tindak pidana pornografi. Menurut kepala Kejaksaan Kamari, kasus tindak pidana pornografi modusnya berujung pemerasan, dan video digunakan pelaku sebagai alat untuk melakukan pemerasan. “kasus kini masih ditangani polisi dan baru tahap SPDP.” katanya belum lama ini. ‎

Tersangka kasus perekam video mesum berujung pemerasan kini masih dalam tahap penyelidikan. Berkas perkara masih ditangani pihak Sat Reskrim Polres Dumai guna menunggu hasil uji labfor. Tercatat sepanjang tahun 2016, perkara pemerasan ini juga memecahkan satu-satunya angka tindak perkara UU pornografi tahun 2016 dikota Dumai.

‎Iya tentu saja masih ingat kita terhadap Tersangka ARS alias AN warga Jalan Pematang Duku Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, memeras seorang wanita istri dari salah satu pejabat perusahaan Pertamina Dumai, berinisial YK (35) status Ibu Rumah Tangga (IRT). Telah sekian lama menjalin asmara terlarang yang berujung pada pemerasan oleh tersangka ARS alias AN,parah nya lagi ternyata  hubungan perselingkuhan  itu berujung melakukan berhubungan intim berulang-ulang dengan lokasi berbeda. Sempat terdengar kabar mereka sudah sangat sering melakukan pertemuan di Jakarta hanya untuk melampiaskan nafsu birahi bejat sang tersangka.

Salah seorang saksi berinisial G kepada media ini  membenarkan hal tersebut. ” iya saya juga sering dengar mereka sering kok jumpa diluar kota, bahkan sempat pertemuan berlangsung di Jakarta antara korban dan tersangka dengan alasan bisnis pekerjaan padahal ujung-ujungnya, kekamar hotel untuk begituan.”ujar G sambil mengakhiri keterangan nya.‎

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Juper Lumban Toruan saat dikonfirmasi Jumat (06/01) sore mengatakan kasus pemerasan itu juga berlapis karna tersangka juga  melanggar UU pornografi. “kasus ini masih dalam tahap proses penyelidikan, kini kami masih menunggu hasil uji labfor,” terang Kasat.

Seperti di berita sebelumnya, umur Keduanya jauh berbeda, pasangan ini sebenarnya sudah memiliki keluarga, korban sudah memiliki suami,  begitu juga pelaku, namun perselingkuhan berlanjut ke tempat tidur. Namun ironisnya,Pelaku tidak hanya puas dengan hubungan tersebut. Tersangka  ARS alias AN juga secara diam-diam ‎ ‎merekam video mesum mereka hingga digunakan untuk mengancam YK yang telah di tidurinya.

Informasi yang berhasil dirangkum oleh awak media berdasarkan LP/367/XI/2016/ RIAU/ Res Dumai tanggal 16 November 2016 tentang PEMERASAN, dijelaskan, saat berhubungan intim bak artis film dewas, ARS merekam video saat adegan panas mereka berlangsung. Nasib Naas diterima oleh  pelaku, setelah korban YK (IRT) melaporkan bahwa ia diperas dan di ancaman ARS alias AN ‎ akan menyebarkan video mesum yang mereka lakukan itu.

Kepada Polisi, YK mengaku sudah memberikan uang sebesar Rp. 120.000.000 kepada ARS dan sudah diterima oleh tersangka, korban YK juga diancam akan menyebar luaskan Video Rekaman Mesum antara mereka.

Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting SIK MSi . Menjelaskan korban telah menyerahkan uang kepada ARS sebesar 120juta, Pada bulan Augustus 2016 sekira pukul 11.00 Wib. Di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di Bank Syariah Mandiri kota Dumai.

Tidak sampai disitu, pada hari Sabtu (20/11/2016 )lalu, ARS kembali menghubungi YK,  ia meminta uang sebanyak Rp.300.000.000,. Dalam jangka waktu lima hari. Korban harus menyerahkan Uang tersebut, ia kembali mengancam apabila tidak menyerahkan uangnya maka Ia akan menyebar luaskan video mesum itu. “Ucap Kapolres

Tidak tahan lagi, meski takut video itu tersebar luas, Wanita yang telah bersuami ini langsung melaporkan atas tindak pemerasan dan kelakuan ARS ke Polres Dumai.

Berdasarkan laporan LP/367/XI/2016/ RIAU/ Res Dumai tanggal 16 November 2016 tentang Pemerasan. ARS di tangkap di kediamannya Tanjung Penyembal Kecamatan Sungai Sembilan, Rabu lalu (23/11) dini hari.

Dari tangan ARS polisi mengamankan barang bukti berupa, Satu unit Laptop Merek Toshiba warna Silver Hitam,  Satu buah amplop coklat yang berisikan satu lembar surat pernyataan, satu lembar surat ancaman, satu lembar foto mesum korban. Satu unit HP Lenovo VIBE Warna Hitam. Satu unit HP Sony Xperia warna pink.

Pelaku “tali air”. Disertai pemerasan itu telah di aman di balik jeruji besi Mapolres Dumai guna proses mempertangung jawaban perbuatannya,  akibat perbuatan Ia disangkakan pasal 368 KUHP,  tindak pidana pemerasan di ancaman diatas lima tahun penjara dan di kenakan Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.(red/ckn/tnc)‎

 

Related posts

Hari Ini, Vonis Gulat Manurung Dibacakan

Celahkotanews

Sempena Hut IPK ke-48, IPK Rohil Gelar Temu Kader IPK Se-provinsi Riau

Celahkotanews

Ngaku Bisa Masuk Arwah Dewa,Arman Bin Bojet Tipu Warga Tionghua Hingga Puluhan Juta

Celahkotanews

Leave a Comment