Berita Terbaru Sosial dan Budaya

Kelenteng Hock liong Kiong : Bazar Kuliner Sempena Hari Kue Bulan 

CelahkotaNEWS.com || DUMAI – Bagi etnis Tionghoa atau masyarakat keturunan rakyat China, kue bulan tentunya sudah bukan hal yang asing lagi. Di negeri asalnya, China, moon cake festival atau perayaan kue bulan menjadi perayaan yang istimewa dalam menyambut musim gugur. Dalam tradisi rakyat China atau Tionghoa, seluruh keluarga besar akan berkumpul guna menyantap kue bulan untuk merayakan festival kue bulan yang jatuh setiap bulan penuh atau bulan purnama. Biasanya anggota keluarga yang terpisah beberapa saat dengan keluarga, akan kembali berkumpul dengan keluarga besarnya. Oleh karena itu, perayaan kue bulan ini menjadi hari raya masyarakat China kedua terbesar setelah hari raya Imlek.

logolicious_20171002_133537
Parawanita : Wanita PSMTI,Wanita IKMTD dan Wanita IKPTB

Tradisi kue bulan ini pun menyebar ke seluruh penjuru dunia, dan dirayakan oleh seluruh penduduk keturunan Tionghoa, termasuk di Kota Dumai . Pada tahun 2017, festival kue bulan jatuh pada tanggal 01 oktober 2017 melaksakan rangkaian kegiatan Seperti Bazar kuliner,Fasion show untuk anak-anak,Permainan Tradisional Ciong guan Berhadiah kan Kue Bulan.Kegiatan tersebut sempena peringatan hari kue bulan yang jatuh pada tanggal 15 – 08 Sesuai kalender China.

Lebih kurang dari 1000 masyarakat keturunan tionghua Dumai turut menghadiri rangkaian kegiatan menyambut hari Kue Bulan yang di Pusatkan diKlenteng Hock liong kiong yang dilaksakan Oleh Wanita PSMTI,Wanita IKMTD dan Wanita IKPTB.

Ketua PSMTI Dumai Bambang (Aban) Sempena menyambut Hari ulang tahun Kue Bulan bertujuan melestarikan Budaya leluhur.

logolicious_20171002_133741

“Hari ini kita di aula kelenteng hok liong kiong panitia yang terdiri wanita psmti, wanita ikmtd, dan wanita ipktb mengadakan bazar kuliner dalam rangka menyambut hari kuih bulan atau dong chiu ciek,”ujar Aban

Namun, apakah kalian tahu dari mana kue bulan ini berasal? Bagaimana sejarah munculnya tradisi perayaan kue bulan ini?

Asal Usul Kue Bulan

Festival kue bulan, atau dalam Bahasa Mandarin adalah Festival Zhong Qiu Jie, merupakan hari suka cita yang dilambangkan dengan kehadiran bulan purnama penuh. Berdasarkan perhitungan kalender lunar China (Imlek), festival ini jatuh pada tanggal 15 bulan ke-8. Menurut rakyat China, pada tanggal ini adalah suatu masa dimana bulan paling dekat dengan bumi, berdampingan dengan batas langit dan bersinar kemerahan, yang melambangkan bersatunya pria (matahari) dengan wanita (bulan), seperti Yin dan Yang dalam tradisi China.

Tradisi ini muncul pertama kali pada masa Dinasti Xia dan Dinasti Shang. Tradisi ini merupakan tradisi masyarakat China yang bersifat ritual, namun ritual ini baru popular ketika masa Dinasti Tang. Ritual ini berasal dari masyarakat pertanian China, dimana mereka meminta kepada Dewa Bumi agar diberi musim dan panen yang baik.

Di akhir masa panen, yaitu sekitar pertengahan bulan ke-8, para petani tersebut akan melakukan pemujaan kepada para Dewa yang telah memberikan hasil panen yang berlimpah. Pemujaan tersebut berupa rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada para Dewa. Banyak yang percaya bahwa Festival Pertengahan Musim Gugur atau Festival Kue Bulan berasal dari sini.

Inilah salah satu yang menjadi asal-usul dari masyarakat China kuno yang mulai mempersembahkan makanan dan buah-buahan kepada Dewi Bulan, salah satunya adalah Kue Bulan yang terkenal.(ckn)

Penulis : Khairul Iwan

Editor : Joeyibas

Sumber : PSMTI Dumai & Internet

Related posts

Semarakkan HUT PP Ke 59,MPC Pemuda Pancasila Dumai Gelar FunBike

Celahkotanews

Honorer Dishub Dumai  Di Gaji 7 Milyar Pertahun

Celahkotanews

Preiden Jokowi Diingatkan Kebijakan Ekonomi Harus Steril dari Politik

Celahkotanews

Leave a Comment