Kecewa..Ratusan Mahasiswa Dumai Minta Proposal Di Kembalikan

beasiswa_dumai_lagi

Celahkotanews.com || DUMAI- Pemerintah Kota Dumai kembali mendapat tamu ratusan mahasiswa yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi menanyakan kejelasan masalah bantuan beasiswa.

Ratusan mahasiswa secara bersama-sama mendatangi Kantor DPRD Dumai dan Kantor Walikota Dumai, yang berada di Jalan Perwira, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Rabu (19/10/16).

Kedatangan ratusan mahasiswa ke kantor pemerintahan dan lembaga legislatif itu rupanya disambut pagar betis pihak kepolisian Dumai. Bahkan dalam aksi itu sempat terjadi adu mutul dan dorong-dorongan.

Kabag Ops Polres Dumai, Kompol Sasli Rais, yang saat itu memimpin pengawalan terhadap aksi mahasiswa tersebut sempat mengeluarkan pengeras suara agar ribuan mahasiswa tidak masuk ke dalam kantor Walikota Dumai.

“Saya menghormati rekan-rekan dan adik-adik mahasiswa, makanya saya tampil disini, mereka masih dalam perjalanan, mereka berjanji akan menemui rekan-rekan disini,” kata Kompol Sasli Rais, melalui microfonnya.

Disaat itu juga, salah satu pendemo yang berdiri di antara ratusan mahasiswa mengatakan, bahwa pihak mahasiswa sudah lelah menantikan jawaban dari pihak Pemko Dumai soal bantuan beasiswa tidak kunjung ada kejelasan.

Mendengar bahasa tersebut, ratusan mahasiswa spontan dan secara bersama-sama berteriak benar. Dan seketika itu Kabag Ops Polres Dumai terlihat adu mulut dengan salah seorang pendemo.

“Dengar kalian semua, yang provokator itu kamu, yang menyuruh masuk kan kamu. Kami disini hanya ingin mengamankan aksi damai yang kalian lakukan,” tegas Kompol Sasli Rais dengan sedikit nada tinggi.

Kendati aksi sedikit memanas karena terjadi adu mulut dan dorong-dorongan, namun upaya meminta kejelasan mahasiswa terkait dana bantuan beasiswa kepada pemerintah berlangsung tertib.

Aksi demonstrasi tersebut terjadi dikarenakan gabungan mahasiswa sekota Dumai menginginkan kejelasan terkait beasiswa dari tahun 2014 hingga 2016 yang tidak kunjung jelas dari Pemerintah Kota Dumai.

Disisi lain, Roni Iriandani, mahasiswa Institut Agama Islam Tafqquh Fiddin (IAI TF) Dumai menegaskan adanya dugaan penyelewengan dana beasiswa yang digelontorkan pemerintah daerah melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Dumai.

“Kami sudah tiga tahun enam bulan tidak pernah menerima beasiswa dari Pemko Dumai. Padahal proposal yang kami ajukan tidak pernah kembali lagi ketangan. Kalau memang tidak ada kemana proposal itu,” tegas Roni.

Dijelaskannya, pihak mahasiswa pernah melakukan audiensi bersama Walikota Dumai dan juga DPRD Dumai terkait permasalahan beasiswa yang telah diajukan, disaat itu dikatakan pimpinan daerah bahwa dana telah dicairkan.

“Kalau sudah cair mana dana beasiswa kami. Dari tahun 2014 hingga 2016 tidak kunjung diterima oleh mahasiswa Dumai. Kami mendugaan sudah ada dugaan penyimpangan di dana beasiswa ini,” tegas kata Roni Iriandani.

Disebutkannya juga, mahasiswa yang telah mengajukan proposal baik dari kalangan berprestasi maupun yang kurang mampu sekitar 300 orang setiap tahunnya dari seluruh kampus yang ada di Kota Dumai.

“Tapi semua itu hanya sebatas mengajukan dan tidak ada dana beasiswa yang diterima mahasiswa. Dalam pertemuan dengan Walikota Dumai dan juga anggota DPRD Dumai, mahasiswa di beri janji dan disepakti dengan cara tertulis, pihak Pemko Dumai dan juga DPRD Dumai akan mencari berkas mahasiswa yang telah mengajukan proposal untuk dikembalikan. Tapi mana janjinya itu,” katanya.

Diulang Roni lagi, ratusan mahasiswa yang mengajukan proposal bantuan itu mohon kirannya untuk dikembalikan lagi. Karena mahasiswa yang mengajukan proposal belum pernah menerima bantuan beasiswa tersebut dan tidak ingin dana pendidikan itu disalahgunakan.

“Kami minta dikembalikan proposal itu sesuai perjanjian awal. Kami tidak ingin menjadi korban. Jika permasalahan ini tidak ada kejelasan, kita akan kembali dengan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk menduduki Kantor DPRD dan Walikota Dumai,” tegas Roni, diamini ratusan mahasiswa lainnya.(Red/Rtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *