Berita Terbaru Hukrim

Kampung Dalam Di Gerebek,Ribuan Paket Sabu senilai Miliyaran rupiah Di Amankan Polisi

89_20160325_165951
Para tersangka yang diamankan di Mapolresta Pekanbaru.

Celahkotanews.com || PEKANBARU – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru kembali melakukan penggerebekan di Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Kamis (24/3/2016) malam. Tidak tanggung-tanggung, selain meringkus empat tersangka, ribuan paket narkoba jenis sabu senilai miliyaran rupiah berhasil diamankan.

Terungkapnya sindikat narkoba di wilayah Kampung Dalam itu, setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi jika salah seorang bandar narkoba di wilayah tersebut baru saja memasok sabu. Berangkat dari informasi tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap bandar narkoba yang dimaksud.

“Setelah kita memastikan targetnya, pada hari Kamis (24/3/2016) sekitar pukul 18.30 WIB kita langsung menggerebek salah satu rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian bandar narkoba tersebut,” ujar Kepala Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza SH MH, Jumat (25/3/2016).

Dilanjutkan Iwan, keempat tersangka tersebut terdiri dari dua orang bandar yaitu Rio Julianto (20) selaku pemilik ribuan paket sabu dan rekannya Rahmad Memori (20) serta dua kaki tangannya masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial EA (15) dan AP (15) yang bertugas untuk melayani para pembeli melalui pintu khusus yang dibuat seperti loket karcis.

“Selain itu, barang bukti yang kita temukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berupa 3.746 paket sabu seharga Rp100 ribu, 790 paket sabu seharga Rp150 ribu, 400 paket sabu seharga Rp400 ribu, 43 paket sabu seharga Rp500 ribu, 10 paket sabu dengan berat total 250 gram, empat paket sabu dengan berat total 100 gram,” papar Iwan.

Selain itu, Ia menjelaskan, barang bukti lainnya berupa 1.240 paket sabu sebilai Rp1 juta, dengan berat total sabu secara keseluruhan mencapai dua kilogram, dua buah timbangan digital, puluhan plastik pembungkus sabu, 200 butir pil ekstasi berbentuk hati warna coklat, 160 butir pil H-5 (happy five) serta uang hasil penjualan sabu Rp4,5 juta.

“Dengan ditemukannya barang bukti mencapai 5.000 paket sabu siap edar dengan berat total mencapai dua kilogram senilai hampir Rp6 miliar itu dan ratusan pil ekstasi, keempat tersangka langsung kita giring ke Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani penyidikan lebih dan proses hukum,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Iwan menambahkan, tersangka Rio yang merupakan pemilik ribuan paket sabu tersebut mengaku jika barang haram tersebut berasal dari Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang dikirim ke Pekanbaru melalui jalur laut menggunakan kapal dan nantinya sabu tersebut dijemput langsung oleh tersangka Rio ke pelabuhan barang milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka EA saat diwawancarai wartawan mengaku jika dirinya bersama dengan rekannya AP diiming-imingi untuk bekerja sebagai pengedar sabu dengan upah Rp500 ribu perhari.

“Kami digaji Rp500 ribu satu hari, cuma disuruh tunggu di pintu (loket) melayani pembeli. Bonusnya, kami juga dikasih sabu gratis untuk pakai sendiri,” aku EA yang masih bertatus sebagai pelajar tersebut.

Sedangkan tersangka Rio, mengaku jika dirinya sudah empat bulan melakoni bisnis sabu tersebut dengan modal Rp750 juta, dirinya selalu memesan satu kilogram sabu perminggunya dengan keuntungan mencapai Rp6 milliar lebih.

“Saya pesan satu kali seminggu, sudah sepuluh kali pesan selama empat bulan terakhir. Sekali pesan, saya order satu kilogram sabu dari Medan, nanti dikirim pakai kapal, saya ambil langsung ke pelabuhan Pelindo,” tutur Rio.(Hr)

Related posts

Kerja layak Untuk Upah yang Layak,Ribuan Buruh Hadiri Peringatan May Day 2017

Celahkotanews

Tekan Angka Pengangguran, Pertamina Didik Pemuda Kota Dumai Jadi Safetyman dan Welder Profesional

Celahkotanews

Kejari Dumai Naik Kelas Tipe A

Celahkotanews

Leave a Comment