Celahkotanews.com || Selatpanjang – Nestapa benar nasib Ameng, kakek yang ditemukan tewas tertelungkup di meja depan kedai di Selatpanjang. Sudah meninggal pun keluarganya menolak mengurus jenazahnya.
Mayat Ameng (61th) yang ditemukan tewas ditemukan terbujur kaku di atas meja milik pedagang, Selasa (10/11/15) pagi tadi tak diterima Istri dan anaknya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartawan di lapangan, Ameng dikenal selama beberapa tahun ini mengalami gangguan jiwa. Sehingga kesehariannya tak beraturan. “Jadi waktu kami bawa ke medis, kata mereka meninggalnya tanpa ditemukan indikasi apa-apa. Artinya murni sakit, jadi gak diotopsi lagi,” jelas Kapolsek Tebingtinggi AKP Ade Rukhmayadi SH.
Menurut AKP Ade, anak-anak dan istri korban yang ditemukan meninggal itu, tak menerima. Sebab, sewaktu masih waras atau masih hidup, korban suka mabuk minuman keras (miras). Dan ketika pulang sehabis mabuk ke rumah, korban suka main tangan terhadap anak dan istrinya. “Jadi anak dan istrinya sudah gak terima atau tak diakui lah. Waktu masih hidup suka main kasar,” sebut Ade Kendati, pihak kepolisian menyerahkan jasad korban kepada saudara lelaki korban. “Istri dan anak kan tak terima. Jadi kami serahkan ke saudara dia. Dan saudara dia sudah dibawa ke rumah Persatuan Sosial Marga Thionghua (PSMTI). Mungkin besok (Rabu 11/11) dikebumikan,” pungkas Ade.(one*1)









2 komentar