CelahkotaNEWS.com || Jangan korbankan yang lain karena kerakusan mu
1- يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا- النساء
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. ( QS. An-Nisa ; 1 )
Salah satu ayat yang memerintahkan kita untuk menjaga hubungan dengan sesama. Pada dasarnya, manusia diberi akal untuk berpikir dan hati untuk merasa. Tak satupun ada manusia yang ingin hidup dalam permusuhan. Namun, masalah selalu jadi alasan mengapa mereka memutuskan silaturahmi. Tak sedikit orang yang melakukannya pada orang sekitar bahkan keluarga sendiri. Rasa sakit hati yang berkepanjangan membut permusuhan pun tak kunjung reda. Semua kembali pada penerimaan masing-masing. Permintaan maaf dan sikap saling memaafkan antara keduanya lah yang harus dilakukan. Menerima dengan lapang dada dan belajar dari masalah tersebut adalah solusinya. Sayangnya, perasaan merasa diri paling benar menjadi salah satu kendalanya. Sehingga silaturahmi pun terputus.
Biasanya hal tersebut terjadi karena besar kecilnya masalah yang terjadi. Salah satunya adalah mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi. Misalnya, memanfaatkan orang lain agar dirinya menjadi kaya sedangkan seseorang yang ia manfaatkan justru terdzolimi bahkan berdampak negatif bagi orang disekelilingnya juga yang akhirnya justru lebih banyak orang yang tersakiti karena keegoisannya. Tentunya dalam hal ini lebih banyak mudorotnya dibandingkan berkahnya.
Lagi lagi manusia masih selalu saja melihat sesuatu dari harta,jabatan. Mengorbankan hati terutama niat yang menjadi dasar dan harusnya niat itu hanya karena Allah justru malah jauh dari Allah.
Naudzubilah. Mudah-mudahan kita semua jauh dar sifat rakus, menyakiti orang banyak, gila harta (apalagi harta oranglain). Semoga tak ada lagi silaturahmi terputus hanya karena hal-hal tersebut dan kita semua menjadi pribadi yang pemaaf.
Sumber : http://restgha.blogspot.com/2016/05/jangan-korbankan-yang-lain-karena.html?m=1








4 comments