CelahkotaNEWS.com || Bagi sebagian orang mecari jabatan adalah sesuatu yang sangat penting,kedudukan pangkat dan titel bagi mereka merupakan satu keharusan,namun bagai mana dengan amanah setelah mereka menjabat?
Menduduki kursi empuk dibalik ruangan yang sejuk adalah dambaan mereka entah bagai mana caranya dan entah bagai mana pendekatanya adalah orang-orang terpilih setelah melalui jalan berliku penuh duri.
Tidak heran ada yang sudah karatan dimakan usia, maka kursi itu memang pantas sesuai dengan pengalamannya, sesuai dengan jerih payahnya yang merangkak dari bawah. Ada yang masih muda usia namun menyalib serentetan panjang peminat yang antri dengan ambisi,namun amanhakah mereka?
Berbicara jabatan dan kekuasaan, kedua kalimat ini seolah tak terpisahkan. Seseorang yang mempunyai jabatan tinggi cenderung menjadi penguasa. Sebaliknya, seseorang yang mempunyai jabatan rendah sering diperalat oleh sang penguasa.
Bahkan dalam beberapa kasus si empunya jabatan rendah sering dikambinghitamkan. Ironisnya, beberapa pejabat rendahan terpaksa menutupi kebobrokan sang penguasa demi loyalitas dan dedikasi. Ia rela mengorbankan segalanya demi mendapatkan pengakuan dari sang penguasa. Namun demikian, banyak bawahan yang mengaku dirinya ”sang anak buah” terpaksa menelan pahit getirnya keadaan.
Hiruk pikuk ditengah kermaian negeri puteri tujuh Kota penjerang minyak ini terdapat berbagai persoal katakan saja saat ini salah satunya terkait Retribusi parkir jalan umum yang bemum mampu memberikan PAD yang siknipikan bagi Kota Dumai,banyak pungutan yang tak bertuan namun sayang hal semcam ini hanya di tanggkal dengan spanduk sosialisasi dari Dinas Perhubungan dan tim Yustisi kota Dumai setelah hampir 2 tahun PAD tersebut tidak jelas kemana rimbanya.
Jangan terlena dengan jabatan dan kehidupan Dunia adalah tempat kita hidup untuk sementara. Rasanya hidup di dunia itu lama, tapi jika kita bayangkan, hidup di dunia itu hanya sementara. Tak ada yang kekal dan tak ada yang abadi di dunia ini. Yang abadi hanyalah akhirat, tempat terakhir seluruh umat.
Di mana kita akan menerima segala apa yang kita tanam di dunia. Jika berbuat kebaikan di dunia, maka akan menuai kebaikan pula di akhirat dan begitu pula sebaliknya.(ckn)
Penulis : Khairul iwan
Editor : Joeyibas
Sumber : Berbagai Sumber
Foto : Pajohnews (ckn group)








5 komentar