Lingkungan

Hutan Penyangga Rusak,Aktifis Lingkungan Sorot Musim Mas Soal Green Belt

celahkotaNEWS.com || Pelalawan – Hutan penyangga (green belt) berada di sisi kiri-kanan sungai di Desa Pangkalan Lesung, Kecamatan Sorek, Pelalawan rusak dan sungai dialihkan menjadi kanal.

“Resapan air dan tatakelola sungai menjadi tidak baik, sejak hadirnya pembangunan kebun sawit hutan penyangga menjadi rusak,” kata Ir Ganda Mora MSi, Direktur Indenpenden Pembawa Suara Pemberantas Korupsi Kolusi Kriminal Ekonomi (IPSPK3) RI.

Ir Ganda Mora mengaku telah memantau lokasi sungai itu yang pada sisi kiri-kanannya ditumbuhi sawit milik PT Musim Mas. Umur sawit diperkirakan sudah 10 tahun, tapi kelihatan pemerintah daerah khususnya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat tak mampu mengawasi.

“Seharusnya perusahaan memiliki kewajiban menjaga dan melindungi lingkungan areal kawasan hijau itu, mengingat 100 meter sisi kiri-kanan sungai dilarang ditanami sawit,” sebut Alumnus Pasca Sarjana Lingkungan Universitas Riau (Unri) ini.

Menurutnya, jika telah terjadi kerusakan, perusahaan berkewajiban melakukan penghijauan (reboisasi) kembali.

“Ini solusi yang harus dilakukan, jika melanggar UU 26 Tahun 2007 tentang ruang terbuka hijau. Perusahaan yang berinduk dari negara luar negeri (Singapura) ini sepertinya mengabaikan sabuk hijau (green belt), pada hal perusahaan itu sudah memperoleh ISPO, ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan,” sebut Ir Ganda Mora.

Dia mempertanyakan tentang sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) nya, apakah ini benar-benar diperoleh dengan hasil predikat yang sebenar-benarnya atau sebaliknya, tanya Ganda.

IPSPK3 mendesak pemerintah segera melakukan tindakan terhadap perusahaan yang mengabaikan peraturan menyangkut kerusakan lingkungan (sungai), ini berimbas pada hilangnya tanaman dan hewan endemik.

“Keduanya (Pemerintah dan Pengusaha) sepertinya lalai soal lingkungan, kita akan ekspos habis-habisan soal ini,” tegasnya.(di)

Terpisah, Humas PT Musim Mas (PT MM) Ibrahim yang dikonfirmasi Sabtu (9/3/2019) belum memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait sorotan aktivis IPSPK 3 Ir Ganda Mora tersebut.(*/G/di)

Related posts

Bulan Merah pada 28 September, Tanda Kiamat? Ini Kata Lapan

Celahkotanews

KLH Dumai Uji Kualitas Udara

Celahkotanews

1,5 Ton Minyak Palm Steering PT Kreasijaya Tumpah Kelaut Dumai

Celahkotanews

Leave a Comment