Berita Terbaru Lingkungan

Hari Anak Nasional 23 juli, Ajari mereka nilai-nilai kebenaran dalam nuansa kasih sayang.

IMG_20150720_153014
Keceriaan anak yang lahir tepat pada peringatan hari anak nasional 23 juli,

CELAHKOTANEWS.COM | Dumai – Hari Anak adalah event yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia.

Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni, dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Negara lainnya merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain, dan perayaan ini bertujuan menghormati hak-hak anak di seluruh dunia.

Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, merupakan saat yang tepat untuk mencermati dan mengevaluasi kembali seberapa jauh bangsa kita dan kita sendiri sebagai orangtua telah memberikan yang terbaik buat anak-anak calon generasi penerus bangsa. Apalagi secara eksplisit bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, mempunyai komitmen yang kuat untuk memberikan jaminan terpenuhinya hak-hak dan perlindungan anak yang merupakan hak asasi manusia. Hak-hak yang dimaksud adalah hak untuk hidup, kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang sejahtera, berkualitas dan terlindungi.

Upaya pencermatan dan evaluasi ini penting dilakukan, mengingat pasca pemberlakuan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan terbitnya Keppres No 36 Tahun 1990 sebagai bentuk ratifikasi dari Convention on The Right of The Child (CRC) atau Konvensi Hak Anak (KHA) serta Keppres sesudahnya seperti Keppres No 87 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak, dan Keppres No 88 Tahun 2002 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak, nasib dan kesejahteraan anak belum banyak berubah, terlebih hal-hal yang terkait dengan perlindungan anak.

Lihat saja, betapa kasus kekerasan pada anak masih saja terus terjadi, kasus anak diperdagangkan cenderung meningkat, pekerja anak masih tetap saja tinggi, anak jalanan perkembangannya sulit dikendalikan dan anak yang akrab dengan narkoba terus saja meningkat jumlahnya.

Sebenarnya kalau kita mau jujur, hingga saat ini masih banyak kepentingan anak yang terabaikan, sehingga kualitas anak-anak kita secara umum masih rendah. Sebagai contoh, dari sisi kesempatan untuk mengenyam pendidikan, anak-anak kita baru dapat bersekolah rata-rata selama 6,7 tahun untuk laki-laki dan 4,9 tahun untuk perempuan dengan Angka Partisipasi Murni (APM) SD 95 persen dan APM SMP 67 persen atau 28 persen putus sekolah. Dapat dibayangkan, bagaimana anak-anak kita akrab dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan kondisi seperti itu. Sementara, merujuk pada KHA, negara mestinya berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memenuhi 31 macam hak anak yang dikelompokkan menjadi 5 macam, yakni: (1) Hak sipil dan kebebasan, (2) Hak mendapatkan lingkungan keluarga dan pemeliharaan alternatif, (3) Hak memperoleh pelayanan kesehatan dan kesejahteraan dasar, (4) Hak memperoleh pendidikan, dan (5) Hak mendapatkan perlindungan khusus. Belum dapat dipenuhinya hak-hak anak secara optimal, tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Apalagi kurang seriusnya perhatian pemerintah terhadap masalah ini, akan menjadi penghambat untuk mewujudkan cita-cita bersama yaitu menjadikan anak-anak Indonesia yang berkualitas dan terlindungi.

IMG_20150720_153022
Ajari Anak Dengan Kasih Sayang

Selama ini, kita menyepakati bahwa kemiskinan baik negara maupun keluarga-keluarga di negeri ini, menjadi biang keladi derita dan belum terpenuhinya hak anak. Kemiskinan keluarga adalah faktor awal yang telah menyebabkan sebagian anak-anak kita menjadi anak jalanan dan tidak mengenal bangku sekolah. Sementara dengan menjadi anak jalanan, hidupnya sangat rentan terhadap berbagai penyakit dan tindak kekerasan baik oleh anggota kelompoknya atau orang lain. Mereka juga rentan untuk melakukan perbuatan negatif sekedar untuk mendapatkan sesuap nasi demi bertahan hidup, seperti meminta-minta, menipu, Dan mencuri.

Anak adalah karunia dan amanah Allah . Mari kita syukuri keberadaan mereka dengan memberikan pengasuhan, perawatan dan pendidikan terbaik. Ajari mereka nilai-nilai kebenaran dalam nuansa kasih sayang.

IMG_20150720_153027
Rekreasi,membuat anak bahagia

Mari kita tingkatkan kebijaksanaan dan kesabaran dalam mendampingi proses bertumbuh dan berkembangnya mereka. Insya Allah kelak , mereka kan hadir sebagai manusia-manusia pembaharu yang mengenal , menyayangi sesamanya dan turut mengukir indahnya bangunan peradaban bangsa ini dimasanya akan datang.
Mengamati trend yang sedang terjadi belakangan ini terkait dengan peringatan hari anak nasional, khususnya pengaruh pada perkembangan emosi dan psikis anak, tentu harapan besar disandarkan kepada anak kita mulai dari mereka dalam gendongan kedua orang tua.
Pertanyaannya sekarang,apakah harapan itu akan terwujud di kemudian hari?? Merupakan suatu pertanyaan yang akan memacu kita untuk berusaha membantu mewujudkan mimpi para orang tua.

Ketikasuatu harapanpada,anak-anak ingin diwujudkan, langkah-langkah antisipasi perlu segera dilaksanakan.(ckn)

Penulis:Khairul iwan

 

Related posts

Keju Ternyata Bisa Bikin Kecanduan

Celahkotanews

Siput Gonggong Makan Khas Kepulauan Riau

Celahkotanews

Gudang Distributor Makanan Tak Miliki Izin Edar di Gerebek BPOM 

Celahkotanews

Leave a Comment