Berita Terbaru Lingkungan

Hanya Kipas Angin yang Tersisa

logolicious_20161130_145026
Saat Musibah Kebakaran di Jalan berambang – Dumai

Celahkotanews.com || Dumai – Tiada yang dapat mengira dan menduga Kebakaran hebat kembali  terjadi pada rabu pagi sekira pukul 9:24 wib di jalan berembang gang pala RT 01 kelurahan laksemana kecamtan dumai kota sedikitnya 6 petak rumah harus direlakan sang pemilik di lalap sijago merah.

Api yang merah menyala dengan di temani asap hitam tebal membumbung tinggi seolah dengan perkasa menghanguskan seisi bangunan tiada  ampun,pekikan,teriakan serta raungan serine mobil pemadam pun mulai berdatangan untuk menjinakan api tersebut,ribuan pasang mata tertuju pada satu arah menyaksiakan si jago merah melalap rumah warga.

Gerumuh di hati seakan memabawa pilu bagai mana tidak AL  seorang korban saat di jumpai dumai vision di sela kebakaran dengan mata yang berkaca dan berlinang air mat ajatuh dari sudut kelaopak mata mengisahkan saat terjadi musibah tersebut. Apai datang dari belakang rumah dengan cepat memebesar.

logolicious_20161130_144917
Al Korban Musibah Kebakaran Rumah Di jalan bermbang RT 01 Kelurahan Laksemana Kecamatan Dumai Kota

“kala itu saya sedang tidur di tengah rumah tiba-tiba ada seseorang yang berlarian memangil dan membangunkan saya ( al) mengatakan ada api,sekita itu pula saya terbangun dan melihat api sudah membesar di dari belakang rumah dengan asap yang tebal tanpa pikitr panjang saya berteriak dan mohon bantuan  sekita pula masyrakat dengan alat seada memadamkan api,’ kisah al.

Selain itu dengan musibah ini para korban berharapkapada pemerintah kota dumai  untuk mepermudah segala bentuk urusan surat menyurat yang ikut terbakar.

“tak ada yang tersisa  semuanya ikut terbakar seperti surat menyurat,semuanya habis  kami berharap kepada pihak pemerintah kelak kami mengurus untuk dapat di permudah ,”ujar al

logolicious_20161130_144844
Rohani : Korban Kebakaran Rumah Jalan berembang RT 01 Kelurahan laksemana Kecamatan Dumai Kota

Lain pula dengan ibu rohani (42)th,kala musibah itu terjadi beliau sedang tidak berada di rumah  dan betapa kagetnya ketika pulang melihat seisi rumahnya sudah tidak adalagi.Dengan uraian mata ibu ronai tdika dapat membendung butiran airmatanya dengan terisak-isak dia berkata pilu dan sedih.

“Pada jam 8 pagi saya harus kesekolah anak saya  untuk membayar SPP ,kalau tak bayar anak saya tidak bisa ikut ujian kata salah seorang oknum guru di SMK yang ada di Purnama ,namun usai dari sana saya lansung pulang  melihat rumah sudah terbakar  tak ada yang tersisa cuman kipas angin ini sajalah yang Nampak,” kata ibu rohani

Sementara itu  camat dumai kota  buhdi hasnul yang kala musibah itu terjadi berada diloksi di jumpai celahkotanews.com secara langsung mengatakan bahwa saat ini pihak kecamatan telah membanguan tenda darurat  sementara untuk menampung para korban musibah kebakaran tersebut selain itu pihak kecamatan pasca kebakaran akan mendata ulang surat menyurat yang ikut terbakar agar nanti para korban ini dapat di mudahkan dalam pengurusan kembali.

Selain itu juga dalam musibah kebakaran di jalan berembang gang pala tersebut tidak ada menelan korban jiwa,dibantu 6 unit mobil pemadam kebakaran api berhasil di jinakan,sementar itu di perkirakan kerugian dari musiabah tersebut mencapai ratusan juta

 

Terhampar dalam luka bagi keluraga korban,musibahh itu datang lagi, yang menimpa saudara-saudra kita  di keheningan pagi yang cerah namun mencekam dengan kobaran api  Diujung penantian masyarakat sekitar bahu membahu mambatu untuk menyelamatkan dan mejinakkan sijago merah yang meluluh lantahkan banguan.

Tergambar dalam guratan warna –warni merah menyala dengan asap menghitam melintang  dengan sembutran air dari petugas kebakran dan masyrakat yang bahu membahu , merah mentari mulai menyikap pagi guratan air pun dapat membasahi bangunan.

Dalam derap langkah hari Kembali ke lorong-lorong kenangan bersaksi seirama menghitung  Kita melihat betapa ganas si jago merah melahap tiada ampun, bercerita tentang waktu yang terjadi dan yang pergi Dan musim yang berlalu Di hati masih ada tanda Tanya tanya ingin lepas Dari jendela-jendela yang tertutup Mengintip celah-celah kelam ,namun ada sepenggal harapan Tersimpan di sana,mestinya musibah  terjadinya  kebakaran tersebut bukanlah satu kehendak.(ckn)

Editor : ckn

Penulis : khairul iwan

Related posts

Supermoon Hiasi Awal 2018

Celahkotanews

Panglima TNI, Gotong Royong Sebagai Ciri Khas Indonesia

Celahkotanews

Masa Liburan, 3 Roro Layani Penyeberangan Dumai – Rupat

Celahkotanews

Leave a Comment