Berita Terbaru Media

Foto Cincin Kawin Korban Pompong Bikin Nangis

cincinKawin
Foto cincin emas Esti Love Mumu (kiri), dan foto separuh wajah Mumu dan Esti menjadi satu di Facebook Esti. Foto: FB Esti/BATAM POS

CELAHKOTANEWS.COM||TANJUNGPINANG – Kisah haru dari para korban musibah tenggelamnya kapal pompong yang membawa 17 orang dari Tanjungpinang menuju Pulau Penyengat, Ahad (21/8) lalu, masih saja diperbincangkan masyarakat.

Kisah paling menyentuh adalah tentang sepasang calon pengantin yang berencana akan bersanding di pelaminan, 8 September mendatang. Ya, dua insan yang saling mencintai dan berencana menikah itu, ternyata sama-sama kembali kepada sang pencipta di hari yang sama.

Muslichudin alias Mumum dan Esti Subagyo, itu nama pasangan calon pengantin yang meninggal dalam tragedi kapal tenggelam di laut Tanjungpinang-Penyengat tersebut.

Peristiwa ini juga merenggut nyawa empat keluarganya yang lain yang pagi-pagi itu sama-sama satu Pompong menuju Penyengat untuk wisata religi.

Ya, cinta mereka tertelan ganasnya ombak dan kencangnya angin di pagi itu.

“Ini adik ipar saya, Hesti Susilawati Subagyo, dia akan melangsungkan pernikahan pada 8 September 2016,” ujar Muhammad Rohib saat melihat jenazah Esti terbujur kaku di Rumah Sakit di Tanjungpinang. Air matanya terus menetes sembari membuka kantung jenazah lain yang berisi jenazah istrinya, mertuanya, anaknya, dan keluarganya yang lain.

Tak hanya keluarga besar Esti dan Mumum yang menangis. Netizen yang membuka Facebook Esti juga menesteskan air mata ketika melihat sebuah foto cincin kawin bertuliskan Esti Love Mumu.

Bisa jadi cincin emas itu tanda cinta mereka yang akan dikenakan di hari pernikahan mereka 8 September 2016 mendatang di Jalan Pramuka Kota Tanjungpinang.

Tak hanya itu, foto separuh wajah dan badan Esti digabung dengan foto separuh wajah dan badan Mumu juga membuat siapa yang melihatnya bisa meneteskan air mata. Foto itu memberikan isyarat kalau keduanya benar-benar saling mencintai, ibarat satu tubuh yang tak terpisahkan.

Ya, manusia hanya bisa berencana, takdir ada di tangan Allah. Esti dan Mumu berpulang sebelum keduanya duduk bersanding di kursi pelaminan.

Esti ditemukan meninggal beberapa jam setelah pompong karam, Minggu (21/8/2016), sementara calon suaminya, Mumu, ditemukan Senin pagi (22/8/2016), juga dalam keadaan meninggal.

Esti, kakaknya, keponakannya, serta ibunya Esti dimakamkan di TPU Anggrek Merah Kilometer 5 Tanjungpinang, Minggu malam (21/8/2016). Sementara calon suaminya, ayah Esti direncanakan dimakamkan Senin (22/8/2016) sore di TPU yang sama.(bp/net)

Sumber: BATAM POS

Related posts

Pertolongan Pertama Pada Anak Yang Mengalami Gejala Alergi

Celahkotanews

Peduli Dan Beri Solusi “Zul As – Eko Parto” Prioritaskan Penanggulangan Banjir Dan Air Bersih

Celahkotanews

Wakil Walikota Dumai Serahkan CSR Indomaret Peduli Kota Dumai

Celahkotanews

Leave a Comment