Hukrim

Fakta diBalik Penyerangan BNI 46 Dumai : Aksi ini Sudah direncanakan Sejak 2 Minggu Yang lalu

celahkotaNEWS.com || Dumai – Terungkap beberapa fakta dibalik aksi penyerangan Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Dumai pada Senin (11/3/2019) kemarin, yang dilakukan oleh tersangka berinisial M alias G (44) warga Kelurahan Purnama, Kota Dumai.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan S.Ik saat melaksanakan Pers Release pada Selasa (12/3/2019) pagi di Mapolres Dumai. Bahwa dari pengakuan tersangka, terungkap bahwa aksi penyerangan yang ia lakukan telah direncanakan sejak 2 minggu yang lalu.

Terbukti dari barang bukti yang tersangka bawa, mulai dari jerigen, korek mancis, hingga parang yang ia bungkus menggunakan karung goni, serta beberapa property lain nya seperti kaos putih yang ia jahitkan pada sebuah kopiah berwarna hitam.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, aksi ini sudah ia rencanakan sejak 2 minggu yang lalu, karena terobsesi dari berita dan cerita di televisi yang ia saksikan,” jelas Kapolres.

Sebelum melakukan penyerangan ke BNI 46 Dumai, tersangka terlebih dahulu membeli bensin di SPBU Sudirman menggunakan sebuah jerigen berwarna biru. Kemudian juga melakukan pengancaman terhadap petugas SPBU.

Tersangka yang datang dengan menggunakan sepeda motor vario warna biru langsung masuk ke dalam gedung Bank, sesampainya di dalam ia langsung mengusir seluruh orang yang ada di dalam Bank sambil mengancam.

Kemudian mendatangi meja teller nomor 3 sembari mengeluarkan senjata tajam jenis parang yang telah disiapkannya dan mengatakan kepada pegawai bank “Kalau mau selamat kalian keluar semua”, teriak pelaku pada salah satu pegawai bank tersebut.

“Seketika itu juga pelaku mengayunkan parang yang ia bawa ke atas meja teller tersebut serta merobek kertas slip penarikan dan setoran yang ada di loby bank, sementara seluruh pegawai bank sudah berlarian keluar gedung,” paparnya.

Selanjutnya pelaku mulai mengeluarkan jerigen yang telah di siapkannya, kemudian menyiramkan BBM diduga jenis pertamax yang ada di dalam jerigen tersebut ke meja teller 3 dan areal lantai BNI.

“Selain itu pelaku juga merusak kursi pengunjung dan komputer yang ada menggunakan parang,” imbuh Kapolres.

Saat itu juga Security BNI 46 langsung memanggil pihak kepolisian yang sedang bertugas melaksanakan pengamanan di Bank tersebut. Bripda R. Saota, yang berada di Pos depan kemudian bergegas lari ke dalam Bank sambil menyuruh tersangka menyerahkan diri. Akan tetapi tersangka tetap tidak mau menyerahkan diri dan kondisi semakin kacau.

Kemudian Bripda R. Saota menghubungi Kasat Sabhara Polres Dumai dan melaporkan kejadian tersebut. Tidak lama berselang Kasat Sabhara bersama personil tiba di BNI dan langsung melumpuhkan tersangka menggunakan tembakan ke kaki kiri tersangka.

“Personil berhasil mengamankan tersangka dan saat ini sudah kita bawa ke RSUD Dumai guna perawatan lebih lanjut,” tambahnya.

Saat ini tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Dumai untuk proses penyidikan lebih lanjut. Motivasi masih terus didalami, karena banyak pernyataan tersangka yang masih plin-plan. Serta kondisi tersangka yang masih sering berhalusinasi saat ini.

“Intinya tidak ada perampokan, tidak ada penyanderaan dan lain sebagainya seperti issue yang sudah menyebar di masyarakat. Kasus ini murni pengrusakan dan pengancaman,” pungkasnya.

Berdasarkan perbuatan yang diperbuat tersangka, kapolres menambahkan bahwa ia dikenakan Undang Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, Pasal 406 KUHP, dan Pasal 335. (G/S)

Related posts

Sat Brimob Banten, Lakukan Sterilisasi dan Amankan Kegiatan Ibadah Gereja

Celahkotanews

Ternyata Yayasan Tunas Bangsa diduga Sudah Makan 7 Korban

Celahkotanews

Nelayan Peniphan Tahan Kapal Trawl Mini, Barang Bukti Diserahkan ke Polisi

Celahkotanews

Leave a Comment