
Celahkotanews.com || Dumai – memang menjadi salah satu tujuan investasi. Tahun lalu ada sekitar Rp 21 Triliun Investasi akan masuk ke Dumai, namun sayangnya karena RTRW belum kunjung rampung di tingkat provinsi membuat para investor membatalkan menanam investasi di Kota yang memiliki julukan Kota Pelabuhan ini.
Hal tersebut diakuinya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai, Hendri Sandra kepada Celahkotanews.com Rabu (5/1)
“Memang banyak yang tidak jadi alias kabur, karena memang kita tidak bisa menjamin keluarnya izin mereka, itu disebabkan RTRW yang belum rampung,”terang pria yang akrab disapa Hendri tersebut.
Ia mencontohkan perusahaan Tanki Timbun di Kompleks Kawasan Industri Dumai yang malah memilih Surabaya sebagai tempat investasi dengan nilai investasi sekitar Rp8 Triliunan. “Ada juga PLTU yang Juga mau investasi, tapi sampai sekarang tidak ada kabar, dan masih banyak lagi investasi yang sudah Kabur, mungkin sudah beberapa triliun saja lagi,”terangnya.
Ia mengatakan memang pihak sudah bisa menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sementara, namun itu tidak bisa digunakan untuk investasi skala besar.
“Kalau sifat nya pengembangan atau hanya ruko bisa digunakan IMB sementara, namun kalau sudah skala besar, ada keterkaitan dengan Izin amdal itu yang menjadi masalah, karena RTRW kita belum tuntas,”terangnya.
Dikatakannya, untuk target IMB sendiri tahun 2017 ini ditargetkan bisa memperoleh retrebusi sekitar Rp14 Milyar. “Tahun lalu di APBD Murni kita tidak ada target, karena memang belum bisa memungut retrebusi, namun di APBD-p kita ditargetkan Rp 8 Milyar dan tercapai hanya Rp 4 Milyar, karena sudah bisa mengeluarkan IMB sementara,”sebutnya.
Untuk itu, ia berharap persoalan RTRW segera rampung sehingga daerah bisa menerima investasi dan itu akan membantu keuangan daerah. “Paling tidak lapangan kerja semakin banyak,”tutupnya.(ckn)
Editor : Ckn
Penulis : Bolki








1 comment