Dumai Ditetapkan sebagai Kawasan Khusus Hilirisasi Sawit

th(89)

Celahkotanews.com || PEMERINTAH menetapkan Kawasan Industri Dumai (KID) yang dikelola oleh Wilmar Group sebagai salah-satu dari tiga kawasan industri yang akan khusus mengelola hilirisasi dari produk kelapa sawit sebagai hasil kesepakatan Palm Oil Industrial Zone (POIZ) dengan Malaysia.

Selain KID di Dumai, Kementerian Perindustrian juga menetapkan Kawasan Industri Sei Mangke, Sumatera Utara yang dikelola oleh PTPN III dan Kalimantan Timur Industrial Estate (KTIE) yang dikelola oleh PT Pupuk Kaltim. Dengan demikian, KID merupakan satu-satunya kawasan industri yang dikelola oleh swasta.

“Awalnya kami ingin memilih satu, namun kami putuskan ketiganya akan menjadi POIZ, karena mereka siap,” kata Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono di Jakarta, Rabu (6/10 sebagaimana dikutip Antara.
Selanjutnya, Kemenperin akan melakukan kajian kelayakan lokasi, termasuk skema kerja sama investasi di POIZ. Di mana, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mengundang investor, melainkan mampu berkiprah menjadi mayoritas.

Diketahui, kesepakatan POIZ dilakukan sebagai upaya kedua negara untuk menguasai pasar produk hilir kelapa sawit di Asia berupa oleokimia, kemurgi, minyak astiri dan produk lanjutan.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua negara ingin meningkatkan produksi hilirisasi kelapa sawit yang akan diekspor ke Asia Tenggara dan negara-negara ‘Tan Brothers’ seperti Pakistan, Kirghistan, dan lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Dumai Zulkarnain kepada Dumai Pos tadi malam membenarkan, bahwa kawasan yang dikelola oleh Wilmar Group tersebut ditetapkan sebagai Kawasan Industri Khusus Hilirisasi Sawit.

“Salah-satu point terpenting yang jadi pertimbangan adalah infrastruktur dan ketersediaan industri penunjang di Dumai dinilai paling siap ketimbang kawasan lainnya,” ujar Zulkarnaen.

Dengan ketersediaan infrastruktur dan dukuangan industri penunjang, Dumai memiliki penawaran khusus investasi disektor pengolahan. Di antaranya sebagai industri minyak kasar inti sawit dan minyak padat.

“Dengan ditetapkannya KID sebagai kawasan industri unggulan khusus produk unggulan kelapa sawit diharapkan dapat meningkatkan perkembangan industri di Kota Dumai. Khususnya produk-produk turunan kelapa sawit,” papar Zulkarnaen.

Dalam kaitan ini pula, industri-industri lain yang ada di Dumai ikut terkerek dengan adanya kerjasama antara industri yang ada di Dumai. Demikian halnya dengan keberadaan industri kecil atau mikro dengan bahan baku dari yang dikeluarkan dari hilirisasi kelapa sawit tersebut.

Terkait penetapan KID sebagai kawasan industri khusus hilirasi kelapa sawit, Jumat besok, Menko Kemaritiman Rizal Ramli akan berkunjung ke Kota Dumai. “Rencananya Jumat ini. Kunjungan ini ada kaitan dengan penetapan KID sebagai hilirisasi kelapa sawit,” pungkas Zulkarnaen.(*1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Pingback: pgslot168
  2. Pingback: kazu.kz