Berita Terbaru Celah Kota Hukrim

Dukun Paslu, Mengaku Keturunan Prabu Siliwangi

40-dukun-palsu
BARANG BUKTI: Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK (dua kanan) didampingi Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi (kiri) dan Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Letman Z (kanan) memperlihatkan barang bukti dan tersangka penipuan dengan modus menjadi dukun palsu, Rabu (12/10/2016).

CELAHKOTANEWS.COM||PEKANBARU – SELAMA ini,  seorang perempuan berinisial NW (32) yang bekerja sebagai pengutip sampah alias pemulung di kawasan Tenayan Raya mengaku keturunan Prabu Siliwangi, yang berasal dari Jawa Barat. Nia mengaku memiliki dua benda yaitu Naga Serai dan Naga Sri.

Itu nama dua buah benda yang terbuat dari kuningan milik NW yang diduga digunakan untuk melakukan aksi penipuan. Dua benda tersebut berbentuk naga berkepala manusia. Dengan benda itu, tersangka mengatakan bisa mengobati orang yang sakit untuk mendapatkan mahar dari pasien yang berobat.

Warga Jalan Indra Puri, Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya ini ditangkap aparat kepolisian pada Sabtu (8/10). Dari tangannya,  tim Opsnal Polsek Tenayan Raya mengamankan dua buah benda Kuningan dan dua buah Alquran.

Penangkapan itu berdasarkan laporan korban yang merasa ditipu bernama Sinto Naibaho warga Tenayan Raya,  yang Dirugikan Rp17 juta lebih.

Menurut pengakuan tersangka, sudah banyak orang yang datang berobat kepadanya dan sembut akibat dua benda yang dinamainya Naga Serai dan Naga Sri itu.

‘’Sudah ada sekitar 400 orang pasien yang menderita berbagai penyakit yang saya obati,’’ jelasnya saat diekspos di Mapolsek Tenayan Raya,  Rabu (12/10)  siang.

Menurut tersangka, kedua benda tersebut didapatknya dari ladang suaminya berinisial ES (39) di jalan RCTI Kecamatan Tenayan Raya.

“Naga Serai saya dapat di dekat pohon serai. Dan Naga Sri didalam sumur tua diladang suami saya, “ katanya NW.

Ia mendapatkan benda itu dari petunjuk mimpi anaknya berinisial Rh. Setelah ia mendapatkan petunjuk itu Ia dan lima orang temannya pergi mencari benda tersebut. “Awalnya dari mimpi anak saya,” katanya.

Setelah ia temukan, kemudian ia bawa pulang dan sering masuk mimpi bahwa benda itu membisikkan kepada Nia bisa mengobati orang sakit dan menambah rezeki. Bisikan benda tersebut juga menyuruh Nia rajin beribadah dan percaya akan kesaktian benda itu.

Lalu,  lanjut cerita,  NW ditemui oleh seorang pasien bernama Sinto Naibaho dan menjelaskan kesaktian benda yang dimilikinya itu. Mendengar itu,  korban pun tergiur untuk menambah rezekinya melalui Naga Serai dan Sri.

Namun,  tersangka meminta mahar untuk mendapatkan kesaktian benda tersebut  dan korban membayar sekitar Rp7 juta. Setelah itu, tersangka mengambil uang korban dan diselipkan di Alquran sampai menunggu mengeluarkan cahaya.

Lama menunggu, korban merasa rezekinya tidak kunjung bertambah. Korban kembali mendatangi rumah tersangka. Tersangka mengatakan untuk menambah uang tambahan sebanyak Rp10 juta. “Saya suruh tunggu korban sampai Alquran bercahaya, “ sebut NW.(rp/net/ck)

Related posts

Walikota Sebut Status Konsesi Belum Jelas

Celahkotanews

Johanes Tetelepta : Kadis Perhubungan ‘LEMAH’ PAD Parkir Nol Rupiah

Celahkotanews

Indrawati Nasution : Pemprov Riau Inventarisir Aset Rp25 Triliun

Celahkotanews

Leave a Comment