
Celahkotanews.com || Pemudik yang menggunakanKapal laut menjadi prioritas dalam Penyelenggaraan Posko Angkuatan Lebaran 2016. Walau jumlah pemudik dengan kapal laut sempat mengalami penurunan pada tahun 2015.
Data Dinas Perhubungan Kota Dumai, pada tahun 2014 pemudik yang menggunakan moda transportasi laut mencapai 40.000 pemudik. Sedangkan tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 30.000. Sehingga terlihat ada penurunan sekitar 25 persen.
Namun lonjakan penumpang di Terminal Penumpang Pelindo Dumai dan Pelabuhan Roro Dumai-Rupat mesti diantisipasi. Maka diupayakan agar tidak terjadi penumpukan penumpang. Sehingga tidak menganggu situasi saat mudik.
“Banyak masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Jadi lonjakan penumpang di kedua pelabuhan ini harus diantisipasi,” ujar Walikota Dumai, Zulkifli AS dalam Rakor Persiapan Penyelenggaraan Posko Angkutan Lebaran Kota Dumai 2016, beberapa hari yang lalu.
Terkait besaran ongkos selama arus mudik, nantinya akan dibahas bersama Organda. Nantinya akan dilakukan rapat teknis membahas kenaikan ongkos ini. Tapi diprediksi kenaikan mencapai 10 persen.
Pihak Dinas Perhubungan Dumai memprediksi secara umum penumpang angkutan mengalami penurunan mencapai 10 persen. Baik sektor darat, laut dan udara. Sebab bertepatan dengan libur sekolah. Sehingga beberapa penumpang sudah pulang lebih dulu, sebelum arus mudik dimulai.
Apalagi tahun ini diprediksi puncak arus mudik berlangsung pada H-3 pada 3 Juli 2016. Sedangkan puncak arus balik diprediksi pada H+3 atau 10 Juli 2016. “Kita sudah siapkan empat posko untuk hadapi Lebaran,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Bambang Soemantri dalam rapat.
Dijelaskannya, bahwa pihaknya sudah mendata jumlah armada yang dibutuhkan, guna menunjang arus mudik di Kota Dumai. Untuk jalur darat terdapat 261 unit kendaraan. Mayoritas merupakan Angkotan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 107 unit, yang menampung 3110 penumpang dari Terminal Klakap Tujuh.
Sedangkan untuk Pelabuhan Roro Dumai-Rupat, terdapat dua unit Kapal Roro. Yakni Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tasik Gemilang dan KMP Kakap. Mereka mampu mengangkut 944 penumpang dan 674 kendaraan setiap harinya.
Pemudik kapal laut akan dilayani dua perusahaan yang menyediakan jasa angkutan. Yakni PT. Lestari Indomal Bahari dan PT. Batam Bahari Sejahtera. Mereka melayani keberangkatan domestik dan internasional.
“Untuk trip domestik diperkirakan mencapai 28 Trip untuk keberangkatan dan kedatangan. Sedangkan untuk internasional hanya 10 trip untuk keberangkatan dan kedatangan,” ujar Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Dumai ini.
Sementara itu, untuk sektor udara para pemudik bisa berangkat dari Bandara Pinang Kampai. Namun setiap harinya diprediksi hanya satu keberangkatan. Sebab tidak ada penerbangan tambahan saat Lebaran 2016.
“Jadi seluruh moda angkutan. Baik darat, laut dan udara siap mengangkut pemudik asal Dumai,” ujar pria berkacamata ini.
Secara keseluruhan, ada 297 personel gabungan dikerahkan mengawal arus mudik. Sedangkan untuk personel kepolisian dikerahkan sebanyak 114 personel. Kapolres Dumai, AKBP Donald Happy Ginting mengatakan bahwa pihaknya menjamin situasi kondusif selama arus mudik.
Maka pihaknya berencana membuka lima posko. Satu di antaranya merupakan pos pengamanan di depan Plaza Ramayana Dumai. Sedangkan empat pos pelayanan berada di Terminal AKAP Klakap Tujuh, Bandara Pinang Kampai, Terminal Penumpang Pelindo Dumai dan Pelabuhan Roro Dumai Rupat.
“Saat ini situasi masih kondusif. Kita harapkan arus berlangsung lancar,” ujarnya.(C1)













