CelahkotaNEWS.com – Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras di Jawa Tengah pada awal 2026 berada dalam kondisi aman. Persediaan beras yang dikelola Bulog dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan, termasuk selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemimpin Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniyati, menyampaikan bahwa stok beras di seluruh Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 330 ribu ton setara beras. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan ke depan.
Pada awal tahun ini, kondisi stok di seluruh Jawa Tengah tergolong sangat aman. Tidak hanya beras, ketersediaan minyak goreng, termasuk Minyakita, juga masih mencukupi, ujar Sri Muniyati saat ditemui di Gudang Bulog Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 3 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa kuatnya stok di awal tahun membuat Bulog optimistis dapat kembali menjalankan penugasan penyerapan hasil panen petani seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto, menyebutkan bahwa stok beras di Gudang Bulog Ngabeyan saat ini mencapai 1.800 ton. Persediaan tersebut disiapkan untuk penyaluran kepada masyarakat, baik dalam rangka stabilisasi harga maupun bantuan pangan.
Untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026, pasokan masih sangat memadai. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok di Gudang Ngabeyan saja mencapai 1.800 ton, ujar Nanang.
Nanang juga menyampaikan bahwa total stok beras di gudang Bulog wilayah Solo Raya saat ini sekitar 60.000 ton. Menurutnya, jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.
Terkait penugasan penyerapan beras petani di wilayah Solo Raya pada tahun ini, Bulog Surakarta masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat mengenai target serapan. Wilayah kerja Bulog Surakarta mencakup satu kota dan enam kabupaten, yakni Kota Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri.
Meski demikian, Nanang memperkirakan penugasan penyerapan pada 2026 akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai potensi panen petani di wilayah Solo Raya cukup besar dan perlu diserap secara optimal.
Untuk realisasi penyerapan beras petani pada tahun lalu, Bulog Surakarta berhasil melampaui target yang ditetapkan. Pada 2025, target serapan di Solo Raya sebesar 71 ribu ton, dan realisasinya mencapai 73 ribu ton atau lebih dari 100 persen. Tahun ini kami optimistis target serapan akan kembali meningkat guna menyerap hasil panen petani, kata Nanang.







