
Celahkotanews.com || Bersikap tangguh berarti bermental kuat, ulet dan handal. Seperti yang dilambangkan dengan perisai pada logo Satpam, Satpam adalah tameng yang berada pada garis depan ketika ada ancaman dan gangguan keamanan di area. Untuk menghadapi ancaman dan gangguan keamanan ini dibutuhkan mental yang kuat.
Dalam melaksanakan pengamanan dan penertiban, anggota Satpam akan menghadapi tantangan dan kendala dari Prilaku orang,karyawan yang bermacam-macam, orang,karyawan ini tidak semuanya mau dan bisa diatur, untuk itulah dibutuhkan mental yang ulet dan pantang menyerah didalam pelaksanaan penegakan disiplin,Hal ini Pula salah satu acuan Dari PT.Bahana Naluri Nusantara Untuk setiap Anggota dalam menjalankan tugas tentunya harus bersikap Tangguh dan etis.
Setiap Perusahan Penguna jasa keamanan Atau Satpam memilki Harapan pengguna (Klien) adalah Satpam yang handal dan bisa diandalkan, untuk itulah anggota Satpam harus bisa memenuhi keinginan dan harapan klien tersebut.
Rahmad Direktur Utama PT.Banusa Berbincang Bersama celahkotanews.com mengatakan
” Sebagai jasa Keamanan dan petugas kami tentunya sudah terlatih dan terdidik di selagala sisi
dalam hal ini tentunya kami juga di tunjuk untuk Proporsional dalam menjalankan tugas Jasa keamanan,hal ini sudah tentu menjadi kewajiban bagi kami,.” Terang Rahmad,(30/01/17)
Bersikap etis berarti sikap yang ber-etika yang memiliki arti sopan, bersusila, bermartabat, bermoral. Didalam pelaksanaan penegakan disiplin, anggota Satpam harus tetap mengutamakan kesopanan. Hal ini membutuhkan kedewasaan dan pengalaman di lapangan, bagaimana kita bisa menahan diri namun tetap bisa menguasai keadaan.
Setiap Anggota dari petugas keamanan PT.Bahana naluri Nusantara (Banusa) Dumai juga di tuntut dan didik untuk selalu Waspada dalam melaksanakan Tugas.
Tidak ada seorangpun yang tahu, kapan kejahatan,kecelakaan,musibah akan menimpa kita, yang bisa kita lakukan adalah selalu bersikap waspada. Yang dimaksud dengan sikap waspada adalah sikap siap sedia, siaga, teliti, berhati-hati, berjaga-jaga dan lawannya adalah sifat lalai.
Kejahatan di area tugas jaga dapat bersumber dari internal dan eksternal. Kejahatan yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri disebut penggelapan (fraud) sedangkan kejahatan yang dilakukan oleh orang luar bisa berupa pencurian, perampokan, vandalisme (pengrusakan) atau penipuan.
Kejahatan terjadi karena adanya niat, kesempatan dan kemampuan. Dengan sikap selalu waspada didalam melaksanakan tugas penjagaan, seorang anggota Satpam berarti menghilangkan atau mengurangi kesempatan seseorang untuk melakukan kejahatan.
Sikap waspada membutuhkan konsistensi (dilakukan terus menerus tanpa henti) musuh dari konsistensi adalah keadaan yang aman-aman saja, keadaan yang landai, keadaan yang biasa terjadi. Untuk selalu konsisten bersikap waspada membutuhkan sikap mental dan rasa tanggung jawab yang tinggi.(ckn)
Editor : Ckn
Penulis :Khairul iwan








3 comments