Berita Terbaru Lingkungan

Bahaya…Tak Kantongi Izin Pabrik Mie Mengandung Borak Tetap beraktifitas 

2016-06-16_16.32.54
Pabrik Mie Kuning Tanpa Izin jalan budi kemulian Dumai Tetap Beraktifitas 16/06/16

 

Celahkotanews.com || Dumai – Tim Dinas Kesehatan Kota Dumai mengaku sudah melakukan penelusuran. Pasca temuan Mie Kuning mengandung Boraks di Pasar Jaya Mukti pekan kemarin. Ternyata Mie Kuning mengandung Kimia berbahaya tersebut diproduksi di satu Rumah Toko (Ruko) Jalan Budi Kemuliaan No.91 kelurahan Pangkalan sesai ,Kecamatan Dumai Barat  Kota Dumai.

Informasi yang diterima Celahkotanews.com ketika tim menyambangi ruko, pemilik ruko enggan memberi keterangan. Bahkan menolak untuk bertemu dengan Tim Dinas Kesehatan Dumai. Namun saat ditanyai perizinan, mereka mengaku lokasi pengolahan Mie Kuning tersebut belum mengantongi izin Dan tudak Memiliki Papan Nama.

“Saat tim menelusuri ke lokasi produksi ternyata mereka belum mengantongi izin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal kepada celahkotanews.com, Kamis (16/6).

Dijelaskannya, usai melakukan penelusuran ke lokasi, Tim Dinas Kesehatan langsung memberi teguran tertulis. Hal ini menjadi proses awal terhadap sanksi yang bakal diberikan kepada produsen Mie mengandung Boraks. Artinya kini proses persuasif masih dilakukan oleh Tim Dinas Kesehatan.

Menurut Paisal, tim juga menemukan sejumlah catatan terhadap produsen Mie Kuning tersebut. Saat didatangi, ternyata lokasi produksi Mie Kuning tersebut tidak memiliki nama. Sehingga keberadaan lokasi produksi Mie Kuning itu sulit dilacak.

“Kita masih beri teguran tertulis saja. Kita juga imbau agar tidak menggunakan Boraks. Bila tetap bandel, tentu bakal kita tutup lokasi produksinya,” tegas Paisal.

Awalnya, Tim Dinas Kesehatan Kota Dumai mendapati dua sampel Takjil mengandung bahan berbahaya. Satu sampel positif mengandung Boraks (Pengawet) dan satu lagi mengandung Rhodamin B (Pewarna Tekstil).

Kandungan Boraks terdapat pada Mie Kuning basah yang diual oknum pedagang di Pasar Jaya Mukti. Setelah diperiksa ternyata positif mengandung Boraks. Lalu petugas menemukan Delima mengandung Rhodamin B, yang dijual satu pedagang di Pasar Jaya Mukti.

Secara keseluruhan, Tim Dinas Kesehatan Dumai mengambil 36 sampel pekan kemarin. Mereka mengambil sampel secara acak. 28 sampel Takjil.

Sejauh ini juga dengan keberadaan Pabrik Mie kuning yang berad di jaln budi kemulain tersebut meski tidak mengantongi izin tetap melakukan aktifitas produksinya.(C1)

Related posts

Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan

Celahkotanews

Masyarakat RT 13 Kelurahan Dumai Kota,Berang Drainase Ditimbun

Celahkotanews

Masyarakat Dumai Diminta Teliti,Bentuk Serupa Waspadai Obat Palsu dan Peredaran PCC

Celahkotanews

Leave a Comment