Avatar: Fire and Ash Raih 1 Juta Penonton dalam 3 Hari Pertama, Ini Fakta Menariknya

CelahkotaNEWS.com – Film terbaru dari James Cameron, Avatar: Fire and Ash, telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan meraih lebih dari 1 juta penonton hanya dalam waktu tiga hari setelah penayangannya di bioskop Indonesia. Berdasarkan data dari Cinepoint, film ini berhasil mencapai angka 1 juta penonton pada hari Jumat, 19 Desember 2025, hanya dua hari setelah tayang perdana pada Rabu, 17 Desember 2025.

Dengan pencapaian ini, Avatar: Fire and Ash menjadi film impor ke-14 yang berhasil mencapai satu juta penonton di bioskop Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan daya tarik besar dari waralaba Avatar, yang telah dikenal luas di seluruh dunia.

Keuntungan Ekonomi yang Signifikan

Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan antusiasme penonton Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar. Diperkirakan, film ini telah meraih keuntungan sekitar beberapa triliun rupiah dalam waktu singkat. Hal ini juga menunjukkan potensi besar pasar Indonesia untuk industri film Hollywood.

Statistik Showtime yang Mengesankan

Dalam minggu pertama penayangannya, Avatar: Fire and Ash mendominasi pasar dengan jumlah showtime yang sangat tinggi, mencapai 4.630 jam pertunjukan di bioskop. Film ini jelas mengungguli film-film lainnya, seperti Agak Laen 2, yang meskipun berhasil menarik banyak penonton, hanya mampu meraih sekitar 100 ribu penonton pada hari-hari awal penayangan.

Angka penjualan tiket yang sangat tinggi untuk Avatar: Fire and Ash menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga menegaskan bahwa masyarakat sangat menantikan kembalinya waralaba legendaris ini ke layar bioskop.

Alur Cerita dan Karakter dalam Avatar: Fire and Ash

Avatar: Fire and Ash melanjutkan cerita dari film sebelumnya, Avatar: The Way of Water, dan berlatar beberapa minggu setelah peristiwa tersebut. Keluarga Sully Jake, Neytiri, dan anak-anak mereka berusaha beradaptasi dengan kehidupan baru di klan Metkayina setelah mengalami kehilangan besar, yaitu kematian Neteyam. Konflik emosional terkait duka yang mendalam terlihat jelas dalam perkembangan karakter-karakter utama, yang masing-masing berjuang menghadapi kehilangan dengan cara mereka sendiri.

Konflik utama dalam film ini muncul ketika keluarga Sully menyadari bahwa kehadiran Spider, seorang karakter yang menjadi penghubung emosional, justru membawa ancaman yang tak bisa diabaikan. Ketegangan semakin meningkat ketika mereka berhadapan dengan klan Tlalim, sekelompok petualang langit dengan tujuan yang berbeda. Masalah semakin rumit dengan munculnya klan Mangkwan atau Ash People, yang dipimpin oleh Varang, yang datang dengan misi balas dendam atas kerugian yang mereka alami.