Hukrim

Aktivis Anak Nilai Program PPPA Tak Tepat Sasaran

celahkotaNEWS.com || DUMAI – Aktivis peduli anak, Zulkifli mengkritik kegiatan MOU yang digelar Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) baru-baru ini.

Menurut Zul berdasarkan sejarah pembentukan APSAI Dumai, dinisiasi dinas PPPA atau di prakarsa dari Dinas PPPA Kota Dumai sudah menjadi komitmen keduanya melakukan perlindungan anak.

“Kota Dumai adalah Kota ke tiga di Indonesia pertama yang membentuk APSAI bahkan di Provinsi Riau, Dumai adalah Kota pertama kali membentuk APSAI,” ujar Aktivis Anak itu, usai dikonfirmasi di cafe Umah Kopi, Jumat (15/3/2019) malam.

Pria yang mengantongi sertifikasi konseling perlindungan anak ini mengkritis, PPPA mengelar kegiatan yang tidak tepat sasaran,” Seharusnya melakukan MOU dengan LSM dan organisasi yang melakukan perlindungan terhadap anak, bukan melakukan mou dengan APSAI, karena jelas APSAI dibentuk memang berkomitmen melakukan perlindungan terhadap anak dibawah umur,” tandasnya.

Ia mengatakan agar PPPA selaku Dinas yang menjalankan organisasi pemeritah dengan mengunakan APBD selayaknya lebih cermat.” Kegiatan yang seharusnya dilakukan tidak dilaksanakan, yang tidak penting justru dilakukan, “Gelitik Zul.

Kegiatan MOU disinyalir bertujuan adanya Khawatir terkait pengisi website Kota Layak Anak (KLA) untuk mengejar penambahan penilai prestasi. Dimana seharusnya PPPA lebih fokus terhadap perlindungan kepada anak di Kota Dumai, bukan hanya sekedar mengejar prestasi agar Dumai menjadi kota layak anak.

Berdasarkan kasus di Kota Dumai masih banyak terdapat kasus pencabulan anak serta persetubuhan anak dibawah umur. Jangan jadikan anak sebagai objek untuk keberhasilan prestasi seremonial saja, sebaiknya dilakukan agar anak anak di Kota Dumai benar-benar dapat dilindungi.” tutup Zul.

Selain itu, Zulkifli juga mengku gagal paham adanya kegiatan ‘PPPA Deklarasi kota layak anak 2019’, menurutnya, Deklarasi Kota layak Anak sudah di lakukan di tahun 2013. kota layak anak tahap pratama 2 kali tahun 2015 dan 2016. kota layak anak tahap madya 1 kali tahun 2017. Tapi kenapa masih deklarasi, “ucapnya.

Zul menambahkan, seharusnya deklarasi itu dilakukan untuk tujuan agar stake holder tau serta turut bahu membahu dalam mencapai terkait dengan apa yang di deklarasikan. Ia menyayangkan, Kota dumai sudah penghargaan 3 kali.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dameria menanggapi kegiatan MOU yang digelar bersama APSAI bukan sebuah permasalahan, ia menilai APSAI merupakan mitra PPPA, yang memiliki pengurusan terstruktur tersendiri.

“MOU yang sah-sah saja, intinya dilakukan untuk memperkuat komitmen kepedulian terhadap anak, poin-poin disepakati agar menciptakan bagaimana merancang sesuatu aman untuk anak. Contohnya, APSAI dapat mengakomodir hak-hak anak yang dipenuhi, seperti Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia menciptakan produk namun produk yang mereka ciptakan aman untuk anak, nah ini lah peran mereka, bukan hanya asumsi melirik CSR,” katanya.

Kadis PPPA menjelaskan, inti dari tujuan yakni, generasi pembentukan anak menjadi pemimpin massa depan,” Papar Dameria, saat dikonfirmasi melalui Seluler, Sabtu (16/3/2019)

Ditanyakan mengenai pencapaian prestasi kota layak anak, Dameria menambahkan, untuk pencapaian keberhasilan kota layak anak merupakan keberhasilan bersama, sehingga butuh kerja sama seluruh pihak agar bersama-sama mendukung perlindungan terhadap anak.

” Misalnya, bagai mana anak di usia sekolah mendapat pendidikan yang layak, seperti lingkungan, anak harus memiliki akte kelahiran, dan layak mendapatkan kesehatan, jadi ada hak hak anak yang harus dipenuhi, begitu pula seperti kasus kekerasan anak, contoh kasus seperti itu kami PPPA perlu mendampingi,”tutupnya. (red)

Related posts

Mencekam..!! Yang Mati sudah jelas mati, Tapi Mengapa Yang Hidup Pula Malah dibunuh

Celahkotanews

Empat Orang Oknum Petugas Keaman RSUD Dumai Postif Kosumsi Narkotika

Celahkotanews

Galau…..Hendak Menikah, Gadis Ini Mengaku Keperawanannya Direnggut Tetangga

Celahkotanews

Leave a Comment