Akhir 2016 Jembatan Sukadamai Bisa di Lalui

asda

CELAHKOTANEWS.COM||DUMAI – Pembangunan Jembatan Sukadamai yang berada antara Kelurahan Bangan Keladi, Kecamatan Dumai Barat dan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, hingga kini tak kunjung tuntas, kendati Pemerintah Kota Dumai sudah menhabiskan dana mencapai puluhan milyar rupiah.

Informasi yang berhasil dirangkum penganggaran pembangunan jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar 11 meter itu dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, pemerintah menggarkan pada tahun 2014 sebesar Rp16 miliar dan tahun 2015 sebanyak Rp15 miliar.

Dengan nominal anggaran yang cukup fantastis itu, wujud dari pembangunan jembatan Sukadamai hingga kini belum bisa dirasakan oleh masyarakat yang berada di dua kelurahan tersebut. Dengan belum terwujudnya itu, masyarakat di dua keluarahan harus rela dengan penantian panjang untuk mewujudkan mimpi mereka yang sudah berpuluhan tahun pula mendabakan jembtan permanen.

Sejauh itu juga Pada tahun 2016 pemerintah kota Dumai kemabali mengangarkan untuk Pembanguan tahap Ketiga Sebasar Rp 13 milyar dengan rancnagan tahap ketiga tersebut untuk pemasangan rangka baja dua bentang panjang 50 sama 60 meter.

Menanggapi kondisi ini kabid binamarga dinas pekerjaan umum kota dumai nur istiqlal mengatakan pembangunan jembatan Sukadamai yang menghubungkan dua kelurahan dan dua kecamatan tersebut akan terus dilanjutkan pengerjaannya setiap tahun sesuai kemampuan APBD kota Dumai.

Pembangunan jembatan sukadamai tahap III pada tahun anggran 2016 ini dengan mengunakan anggran APBD murni kota dumai sebesar Rp 13 milyar,dengan kondisi sekarang kegiatan tersebut telah mulai dilaksakan dan berakhir pada akhir desember 2016.

Sejuah itu juga sesuai dengan target pada akhir tahun 2016 jembatan sukadamai tersebut sudah dapat dilalaui,setakad itu juga untuk tahap pembanguan III tersebut jembatan sukadamai tersebut hanya bisa dilewati saja dan belum siap seratus persen hal itu dikarenakan opret jembatan yang mengarah di bangsal acheh dengan panjang lebih kurang 300 meter belum di beton dan hanya baru sebtas penimbunan dengan tanah.

Sejauh itu juga pada pada pembngaun tahap ke tiga ini dengan mengunakan anggran sebesar 13 milyar tersebut hanya sebatas penyambungan sehingga jembatan tersebut telah bisa di lewati oleh masyarakat.

Sebagai mana yang di ketahui masyarakat dua kelurahan tersebut sudah menunggu hampir 34 tahun Dari tahun 1982 hingga kini, yang pada awalnya jembtan tersebut terbuat dari nibung kemudian di ganti dengan kayu hingga kini jemabtan kayu tersebut masih dimampaatkan masyarakat dengan apa adanya sebagai salah satu urat nadi penghubung masyarakat dua kelurahan tersebut.(ck/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *