
CELAHKOTANEWS.COM||DUMAI- Haji secara umum berarti mengajak untuk menuju Tanah Suci Makkah dalam rangka memenuhi panggilan Allah swt. Kalimat Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulk la syarika laka, yang dikenal dengan istilah talbiyah adalah senandung para jamaah haji.
Dengan berkumandangnya suara talbiah menuju baitullah tak terhan air mata mengalir dari kelopak mata yang memabasahi pipi, haru biru terasa bergeletar didalam hati sedih, isak tangis seolah menjadi satu kebahagian menuju panggilan alllah.
Jika memang dengan aku menjelma angin, lantas kau dapat merasakan kesejukan itu, pangilan baitullah telah datang untuk memenuhi janji ku padamu yaa allah, akan ku lakukan itu untukmu, aku tak tau akan seberapa berharganya hidup sedikit senyuman itu, mungkin itu tak kan pernah sebanding dengan apa yang telah dilakukan untuk hidupku. Aku selalu berharap, allah tak pernah mengambil senyum ini.
Apa yang disenandungkan oleh para jamaah haji ini mengandung unsur yang fundamental dalam ajaran Islam. Janji untuk memenuhi panggilan Allah -jika keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Hal ini akan memotivasi para jamaah melaksanakan haji dengan sungguh-sungguh, dan berusaha melaksanakan alfabeta kegiatan haji dengan semaksimal mungkin.
Namun dengan iringan talbiah hati mengharu cucuran air mata dari kelopak mata pun tak mungkin akan terbendung, mungkin hati dapat menerangi menuju jalan ke baitulah namun rasa sedih meninggalkan anak dan keluarga, dari 214 calaon jemah haji asal kota Dumai salah seorang calon jemaaah haji berumur 31 tahun Siska saat mendengar talbiah menuju baitullah ia tidak dapat menahan isak dan tangisnya rasa sedih dan rindu sudah mulai terasa pada hatinya, kenapa tidak ia harus rela meninggalkan 3 anak-anaknya yang masih kecil kerinduan akan keluarga sudah mulai tersentuh didasar hatinya. Saat jumpai tim celahkotanews.com.
Kau ajarkan ku bermimpi dan berbuat Kau ajarkan aku jadi yang terbaik Petuah nasihat, perintahmu Teringat kental dalam memori Hingga kini ku beranjak dewasa dan pula telah menjadi seorang ibu juga hal ini lah yang tersa oleh sisika salah seorang calaon jemah haji asal kota dumai saat akan meninggakan anak-anak dan keluarganya.saat terbayang di dalam ingtanya bergelayutan di keloppak matanya terasa rindu didalam hatinyaterkenag olehnya terbayang olehnya saat kan menuju baitullah akan meniggalkan si buah hatinyanya yang masih kecil.
Awal yang indah, semoga akan menjadi titik untuk titik-titik selanjutnya yang lebih indah dan berwarna, meskipun terdapat lubang di jalan-jalan yang ditempuh, meskipun sempitnya jalan tidak menggoyahkan langkah untuk mencapai pangilan baitullah menuju tanah suci mu yaa allah.
Rindu, sedih genangan air mata terkadang menemani, terasa sejuk di badan, melupakan sejenak kerinduan dalam menempuh langkah demi langkah tertata dengan indah. seringkali pula panas terik matahari tepat seperti di atas kepala seolah mengajak sekedar berteduh sejenak sambil melepas lelah.(c1/wan)
Penulis: Khairul Iwan








1 komentar