Banjir Bali: Dua Wilayah Terdampak, Satu WNA Tewas Akibat Bencana

CelahkotaNEWS288 Views

CelahkotaNEWS.com – Banjir besar menerjang dua wilayah di Provinsi Bali pada Minggu (14/12/2025) dini hari, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Bencana alam ini mengakibatkan seorang warga negara asing (WNA) meninggal dunia di Kota Denpasar.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa korban yang meninggal akibat banjir tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah. Namun, hingga saat ini proses identifikasi korban masih dilakukan oleh pihak rumah sakit.

“Korban berhasil dievakuasi dan dibawa petugas gabungan ke RS Prof. Ngoerah. Saat ini, masih dilakukan proses identifikasi korban oleh pihak RS,” kata Abdul dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Minggu (14/12/2025).

Banjir yang terjadi juga memaksa evakuasi terhadap ratusan warga. Sejumlah 165 orang sempat dipindahkan dari rumah mereka ke tempat yang lebih aman. Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Wilayah yang Terkena Dampak

Di Kota Denpasar, dua kecamatan yang terlanda banjir adalah Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Selatan. Banjir juga melanda empat desa dan satu kelurahan di wilayah ini. Sementara itu, di Kabupaten Badung, dua kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Kuta Utara dan Kuta. Sebaran banjir juga tercatat di tiga desa dan dua kelurahan.

Pada sore harinya, sebagian besar korban banjir sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebanyak 145 orang telah pulang, sementara 20 orang lainnya memilih untuk mengungsi sementara di rumah tetangga terdekat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mencatat bahwa 191 kepala keluarga (KK) terdampak oleh bencana ini. Saat ini, pihak BPBD Kota Denpasar masih melakukan pendataan di lapangan. Begitu juga dengan BPBD Kabupaten Badung, yang masih mengumpulkan data terkait dampak banjir di lokasi terdampak.

Banjir Mulai Surut, Waspada Cuaca Ekstrem

Pada sore harinya, pantauan menunjukkan bahwa banjir mulai surut di Kota Denpasar. Meski begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Bali. BMKG memperingatkan bahwa bibit siklon 93S masih menjadi perhatian, dan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga 18 Desember 2025.

“Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem lainnya,” ujar Abdul Muhari.