Hadir di HUT Golkar, Bahlil Doakan Puan Maharani jadi Ketum PDIP?

Jakarta – Ketua DPP PDIP Puan Maharani kembali muncul dan hadir di acara politik koalisi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, dia hadir dan duduk di kursi depan pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, Jumat lalu.

Dia hadir sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus mewakili Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia pun menyapanya dalam urutan para ketua umum partai politik pendukung pemerintah.

Dalam sambutannya, Bahlil memberi sinyal dukungannya kepada Puan untuk menjadi Ketum PDIP. Sebelumnya, Puan memang digadang sebagai salah satu kandidat untuk menggantikan Megawati. Namun, Kongres PDIP kembali meminta Megawati sebagai ketua umum untuk memperkokoh partai tersebut menjelang Pemilu 2029.

“Ada Ketua Umum PDIP yang diwakili oleh Mbak Puan, kita doakan semoga menjadi yang terbaik di partainya,” ujar Bahlil dikutip, Sabtu (06/12/2025).

Hingga saat ini, PDIP menjadi satu-satunya partai politik yang tak bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Partai berlambang kepala banteng tersebut mengklaim dirinya sebagai partai penyeimbang atau mitra kritis terhadap pemerintah.

Pada awal pemerintahnya, Prabowo sebenarnya masih memiliki sejumlah pejabat yang memiliki hubungan dengan PDIP. Namun, presiden kini telah mencopot dan mengganti para pejabat tersebut.

Beberapa di antaranya seperti mantan ajudan Megawati, Budi Gunawan yang menjabat Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan; kader PDIP Hendrar Prihadi sebagai Kepala LKPP; dan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN.

Hal ini berawal dari kabar kecurigaan pemerintah tentang peran PDIP yang turut menyulut kemarahan masyarakat saat demo besar di sejumlah wilayah pada akhir Agustus lalu. Meski demikian, PDIP kemudian merespon tenang keputusan reshuffle Prabowo dengan klaim posisi politiknya tetap berada di luar pemerintahan sebagai mitra kritis.