
CELAHKOTANEWS.COM, PEKANBARU – Si penyusup pesawat Garuda Indonesia rute Pekanbaru- Jakarta, Mario Steven Ambarita yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu kini menghilang. Setelah penahanannya ditangguhkan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan, Mario tidak lagi berada di kediamannya.
Sebelum kabur, Mario yang berdomisili bersama orangtuanya di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada Jumat (18/4) dini hari meninggalkan sepucuk surat untuk ibunda Tiar Sitanggang dan keluarga lainnya.
Hal itu diketahui dari keterangan Tiar yang didampingi tim advokasi Aliansi Perjuangan Rakyat Riau (Perari) dengan melaporkan kaburnya Mario ke Polsek Bagan Sinembah. Tiar ingin Mario dicari kepolisian dan dikembalikan lagi ke rumahnya.
Kepala Bidang Humas Perari Hermansyah Rahim saat dikonfirmasi, membenarkan hilangnya Mario. Menurut Hermansyah, Mario pergi tanpa diketahui satu pun pihak keluarga. Sementara surat yang ditinggalkan, berisi permintaan agar orangtua tak usah khawatir atas kepergiannya kali ini.
”Dalam surat yang ditinggalkan, Mario mengucapkan terima kasih kepada orangtuanya. Alasan kepergian, yang ditulis Mario dalam surat itu, untuk merubah kehidupan lebih baik lagi. Namun, dia tidak menuliskan ke mana tujuannya,” ujar Hermansyah kepada wartawan, Pekanbaru, Sabtu (18/4/2015).
Dalam surat itu, sambung Hermansyah, Mario menyebut sangat sayang dengan mama dan ayah. Mario juga mengucapkan terima kasih karena sudah dirawat kedua orangtua sampai dewasa.
”Dalam surat, Mario juga mengaku bangga dengan ayah dan mamanya. Mario mendoakan agar keluarganya selalu sehat dan panjang umur,” ungkap Hermansyah.
Hermansyah juga menjelaskan, Mario menuliskan bahwa dirinya telah dewasa dengan umurnya yang sekarang, sehingga harus mencari cara merubah hidup.
Saat ini kepolisian mencari keberadaan pria berumur 21 tahun tersebut. Belum diketahui apa motif kaburnya Mario, juga belum dapat dipastikan, apakah dia kabur atau diajak kabur oleh orang lain.(grc/wdy)








5 comments