
CELAHKOTANEWS.COM, DUMAI – Dermaga pelabuhan penumpang laut yang dibangun dari sharing dana antara Pemerintah Pusat dan Provinsi diindikasikan tidak termanfaatkan.
Belum adanya kejelasan tentang pengelolahan pelabuhan penumpang ini membuat fisik dan kondisi bangunanya saat ini tidak terawat, bahkan sangat disanyangkan dengan anggaran masyarakat Provinsi Riau yang dibangun pemerintah pusat dan provinsi ini tidak jelas bahkan ponton dan tempat turun naiknya penumpang sudah menyembah kelaut akibat tidak beroperasinya pelabuhan tersebut.
Menurut pantauan kami dilapangan, kondisi pelabuhan tersebut hanya dimanpatkan masyarakat hanya sekedar untuk memancing bahkan besi-besi yang ada sudah berkarat dan menjadi besi tua.
Kurangnya koordinasi dan pengawasan serta tidak jelasnya penyerahan pelabuhan tersebut membuat pelabuhan penumpang menjadi tidak bermanfaat.
Apalah arti ini semua pelabuhan tidak berkapal, bahkan jangankan untuk kapal ferry, sampan masyarakat pun tidak ada yang bersandar di dermaga tersebut, nah ini juga perlu kajian dari instansi terkait baik dishub kota Dumai untuk pemanfaatan pelabuhan dan dermaga terminal laut yang ada di purnamaa kota Dumai ini.
Sejauh ini pula Arsyad Juliandi Rahman Plt Gubri riau dalam kunjungan silahturrahminya ke kota Dumai mengatakan,
“Kalau memang Pemko Kota setuju, Pelindo setuju, untuk pelabuhan yang ada ini kita pindahkan ke Pelabuhuan penumpang Purnama, hal ini dirjen perhubungan laut kita dorong untuk memperbaiki dermaga apung tersebut,”Jelas PLt Gubri.
Sejauh ini baik Pemerintah Provinsi riau masih juga menunggu penyerahan Pelabuhan penumpang yang dibangun pusat tersebut, dengan ini juga sebagi mana kita ketahui pelabuhan penumpang yang dibangun beberapa tahun yang lalu sudah tidak terawat bahkan sebagai peralatan dan bangunannya sudah pada jatuh kelaut bahkan boleh dikatakan Ponton apung pun sudah tenggelam dan menyembah kelaut.
Sebelumnya pemerintah kota Dumai melalui Dishub kota Dumai optimis bahwa tahun 2014 yang lalu pelabuhan tersebut bisa dioperasikan. Dermaga pelabuhan penumpang laut itu dengan lobi dan pertemuan komunikasi intensif ke pemerintah pusat dan propinsi.
Sebagaimana kita ketahui pula, untuk membangun fisik dermaga, sisi laut dan darat, setidaknya telah menelan biaya hampir Rp 80 miliar.
Pelabuhan penumpang dan dermaga pelabuhan ini direncanakan akan melayani pengangkutan penumpang domestik dan luar negeri, sejauh ini pula jangankan untuk pelayanan penumpang bahkan kodisi fisik bangunan saja sudah tidak berbentuk dengan ini juga pihak yang terkait hendaknya dapat saling berkordinasi baik bersama pemerintah provinsi maupun pusat agar aset Negara ini dapat terselamatkan dan dapat dinikmati masyarakat dan bukan sebagai bahan pajangan sehingga menjadi besi tua belaka.(ckn)







