oleh

10 Peserta Seleksi Jabatan PTP Jalani Tes Wawancara yang Akan Berlangsung Selama 3 Hari

PEKANBARU – Sebanyak 30 peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemprov Riau akan menjalani tes wawancara secara maraton selama tiga hari.

Tes wawancara yang dilakukan oleh tim Pansel ini dimulai pada Kamis (6/6/2024) di Kantor UPT Penilaian Kompetensi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau. Tahapan tes wawancara ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Senin (10/6/2024) mendatang.

“Kita bagi per hari 10 peserta, hari ini 10 peserta, besok 10 peserta dan hari senin 10 peserta,” kata Kepala UPT Penilaian Kompetensi BKD Riau, Budi Fakhri, Kamis (6/6/2024).

Budi mengatakan, 30 peserta yang akan menjalani tes wawancara ini sebelumnya sudah menjalani rangkaian tes. Mulai dari seleksi administrasi, kemudian uji uji kompetensi manajerial dan sosial kultural dan dilanjutkan dengan penulisan serta presentasi makala.

“Setelah menjalani seleksi penulisan dan presentasi makalah, seluruh peserta akan menjalani tes wawancara yang akan berlangsung selama tiga hari,” jelasnya.

Sesuai jadwal, kata Budi, hasil akhir seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemprov Riau tanggal 12 Juni mendatang sudah bisa diumumkan hasilnya akhirnya, nanti akan diumumkan siapa yang lolos 3 besar untuk masing-masing jabatan.

Seperti diketahui, total ada empat jabatan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon II yang dibuka seleksinya pada kesempatan kali ini. Diantaranya Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau, Direktur RS Jiwa Tampan Riau, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Riau.

Tiga dari empat empat jabatan yang dilelang tersebut karena mengalami kekosongan. Yakni jabatan Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau karena pejabat sebelumnya yaitu Elly Wardhani dipromosikan ke jabatan yang baru sebagai Asisten III Setdaprov Riau.

Kemudian jabatan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Riau serta Direktur RS Jiwa Tampan Riau. Kedua jabatan tersebut kosong karena pejabat sebelumnya yakni Rahmad Ramadiyanto dan Zainal Arifin mengundurkan diri dari jabatannya.

Sedangkan untuk jabatan kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Riau ini dibuka karena Brida ini adalah OPD yang baru dibentuk. Sehingga belum ada pejabatnya.